Pandemi Reda bikin Rumah Nempel Stasiun Naik Pamor, Begini Analisanya

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Minggu, 10 Apr 2022 15:00 WIB
Perumahan TOD
Foto: Perumahan TOD, Bumi Svarga Sentul (Istimewa)
Jakarta -

Kembali menggeliatnya roda perekonomian mendorong meningkatnya lagi arus lalulintas kendaraan di jalan raya. Kondisi ini memicu terjadinya kemacetan di simpul-simpul jalan ibu kota yang sempat lengang dua tahun lamanya imbas pembatasan kegiatan masyarakat selama pandemi virus Corona.

Kondisi lalulintas itu menjadi sentimen tersendiri bagi industri perumahan di tanah air, khususnya di ibu kota dan wilayah penyangga di sekitarnya. Salah satu yang terasa adalah meningkatnya pamor hunian nempel stasiun atau transit oriented development (TOD).

Senior Manager Capital Markets & Investment Services Colliers Indonesia Ringkardo Goratama mengatakan, kawasan TOD memiliki potensi yang sangat besar dibandingkan dengan kawasan non TOD.

"Dalam pengembangan properti TOD itu menerapkan multi fungsi dan terintegrasi Tidak hanya dari kemudahan akses stasiun transportasi tapi juga sebagai peruntukan untuk meningkatkan intensitas pemanfaatan ruang berupa kemudahan untuk memaksimalkan koefisien dasar bangunan dan koefisien lantai bangunan," jelas dia.

Insentif rasio ini, lanjut dia, dapat diperoleh pengembang ketika mengembangkan di dekat kawasan TOD. Apalagi, pengembangan produk di area TOD seharusnya memiliki permintaan yang lebih kuat. Dari sisi investor, TOD dapat menghadirkan pasar sewa captive yang menarik untuk apartemen atau penggunaan komersial.

"Hasil positif lainnya bagi pemilik properti ketika mengembangkan konsep TOD di kawasan atau sekitarnya, adalah nilai properti yang lebih tinggi dibandingkan kawasan non-TOD," jelas dia.

Secara umum, manfaat pengembangan TOD ke depan bagi masyarakat adalah berkurangnya penggunaan kendaraan pribadi sehingga mengurangi kemacetan dan polusi.

Colliers melihat konsep TOD akan membantu menjawab beberapa permasalahan di kota-kota seperti Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Selain itu, produk pengembangan di kawasan TOD harus mendapat permintaan yang baik dari warga dan investor properti.

"Orang yang tinggal dan bekerja di area TOD akan memiliki akses mudah ke tempat kerja, rumah, dan aktivitas. Dengan mudah menjangkau pusat-pusat aktivitas melalui jalan kaki atau bersepeda akan terbentuk gaya hidup sehat, dimana budaya jalan kaki dan hidup aktif menjadi gaya hidup baru," beber dia.

Bersambung ke halaman selanjutnya.