BUMN Gandeng Pengusaha, Sulap Ruang Kantor Nganggur Jadi Coworking Space

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Minggu, 10 Apr 2022 17:30 WIB
Ketua Perhimpunan Pengusaha Jasa Kantor Bersama Indonesia (PERJAKBI)/Indonesia Workspace & Digital Startup Accelerator Association, Anthony Leong
Foto: Ketua Perhimpunan Pengusaha Jasa Kantor Bersama Indonesia (PERJAKBI)/Indonesia Workspace & Digital Startup Accelerator Association, Anthony Leong
Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membuka peluang kepada UMKM dan pengusaha yang masuk ke sektor digital (HIPMI Digital), untuk bersinergi dengan BUMN. Kerja sama ini dinilai penting untuk menciptakan startup baru yang berkompeten.

"Kami di BUMN membuka peluang sebesar-besarnya untuk HIPMI Digital agar bisa bersinergi dengan kami. Kita susun roadmap bersama. Sebagai salah satu bangsa yang kini telah berusia 76 tahun, kita harus punya harapan dan mimpi besar," kata Erick, pada keterangannya beberapa waktu lalu dikutip detikcom Minggu (11/4/2022).

Erick mengatakan pada tahun 2045, kebutuhan tenaga kerja yang ahli dalam menggunakan teknologi dan digitalisasi akan menjadi kunci dalam persaingan global. Oleh karena itu, hal ini penting dilakukan.

Pertumbuhan bisnis virtual office dan coworking space, dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikan. Bisnis tersebut menjadi salah satu bisnis kekinian yang paling banyak diminati saat ini, khususnya di kota-kota besar.

Namun, masih banyak pengusaha pemula yang masih bingung untuk membayar sewa kantor yang sangat tinggi. Untuk itu, peran semua pihak melalui pemerintah diharapkan bisa memberi ruang untuk memulai di dunia usaha. Hal itu dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan perekonomian Indonesia.

Sejalan dengan Erick, Ketua Perhimpunan Pengusaha Jasa Kantor Bersama Indonesia (PERJAKBI)/Indonesia Workspace & Digital Startup Accelerator Association, Anthony Leong menjelaskan bahwa saat ini peran BUMN sangat diperlukan, untuk menjadi jalan bersama dalam membangun ekosistem yang bisa membantu para UMKM dan pengusaha pemula.

Anthony menambahkan bahwa pihaknya akan berusaha menjembatani BUMN, agar UMKM dan pengusaha pemula bisa mengoptimalkan ruangan atau gedung yang saat ini belum difungsikan.

"Kami terbuka mengajak semua pihak untuk saling bersinergi, terutama pemerintah melalui BUMN, dan juga BUMD yang memiliki aset berupa tempat atau gedung yang belum difungsikan secara optimal. Agar bisa membuka ruang untuk melahirkan pengusaha-pengusaha baru," kata Anthony dalam keterangan tertulisnya.

Ketua HIPMI digital itu juga mengungkapkan pihaknya dengan BUMN, akan membangun center of entrepreneurship/ Indonesia Entrepreneur Hub. Hal itu dilakukan, mengingat virtual office dan coworking space bisa menjadi solusi dalam mendongkrak industri startup dan UMKM di Indonesia.

"Kita harus hadirkan design dan road map yang jelas, untuk mendorong lahirnya pengusaha by design. InsyaAllah ini akan menjadi solusi dan terobosan kepada UMKM dan startup untuk berkembang, yang kecil jadi menengah, menengah ke besar, besar menjadi konglomerat," ungkap Pakar digital itu.

Anthony mengatakan Indonesia harus menargetkan pertumbuhan wirausaha baru, dengan harapan agar bisa membuat Indonesia menjadi negara maju.

"Indonesia harus menargetkan pertumbuhan wirausaha baru sebesar 4% pada 2024. Dan ke depan, rasio jumlah pengusaha harus 12-14% untuk menjadi negara maju, hal ini perlu kita dorong dengan saling sinergi kolaborasi pemerintah dan swasta," kata Anthony.

(dna/dna)