ADVERTISEMENT

Gokil! Perusahaan Arsitektur Ini Keliling Dunia Bikin Rumah Mewah

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 03 Jun 2022 16:44 WIB
Arsitekur Rumah Mewah
Foto: Dok CNN/Adam Letch
Jakarta -

Perusahaan arsitektur yang berbasis di Cape Town, SAOTA menyatakan bahwa mendapat pemandangan secara utuh dari rumah sangat penting. Hal itu membuat pemilik rumah merasa seperti memiliki gunung, hamparan lautan, atau seluruh kota melalui penggunaan ruang.

"Untuk menangkap pandangan itu sangat penting. Jika tidak, Anda telah melakukan kesalahan besar," kata Pendiri firma arsitektur SAOTA, Stefan Antoni dikutip dari CNN, Jumat (3/6/2022).

Klien SAOTA tersebar di Afrika Selatan dan Amerika Serikat (AS), Rusia, Indonesia dan Nigeria. Salah satu rumah yang dirancang SAOTA adalah di Ocean View Drive, Cape Town's Bantry Bay yang dijual seharga US$ 20,2 juta atau setara Rp 291,18 miliar (kurs Rp 14.415) pada 2016.

Rumah itu dilaporkan menjadi rumah pribadi paling mahal yang dijual di Afrika Selatan. "Kami mencoba memberi tahu klien kami bahwa desain yang bagus memiliki nilai yang besar," tutur Antoni.

Setelah lebih dari 30 tahun berbisnis, SAOTA telah menghasilkan buku pertamanya berjudul 'Light, Space, Life' yang menampilkan beberapa desain paling berkesan. Tujuan diterbitkannya buku itu disebut untuk menangkap ide-ide baru.

Arsitekur Rumah MewahArsitekur Rumah Mewah Foto: Dok CNN/Adam Letch

Cape Town, dengan topografinya yang khas terjepit di antara gunung dan laut, serta diterpa dua angin musiman yang berbeda, bertindak sebagai inkubator untuk estetika SAOTA.

Akademisi di Fakultas Arsitektur, Perencanaan dan Geomatika Universitas Cape Town, Philippa Tumubweinee mengatakan SAOTA membawa pendekatan inovatif untuk arsitektur negara.

"Ini adalah senam struktural. Ini adalah kantilever yang sangat panjang, beton dan ruang bersih yang belum tentu merupakan estetika baru, tetapi di Afrika Selatan itu relatif baru," jelasnya.

Ketika pasar global jatuh pada 2008, pekerjaan melambat di Afrika Selatan dan hanya SAOTA yang mulai menerima kerjaan dari seluruh dunia. Pada 2012 ia telah merancang bangunan pertamanya di Miami, Florida, sebuah rumah di Venetian Causeway yang dibuat agar terasa seperti kapal pesiar super.

"Proyek inilah yang benar-benar mengatur segalanya bagi kami," kata Arsitek Utama di SAOTA, Mark Bullivant. SAOTA mengambil pekerjaan lebih lanjut di Florida, New York, California, Colorado, dan Texas.

Saat ini SAOTA memiliki 300 karyawan, bekerja sama dengan arsitek di seluruh dunia untuk merealisasikan proyeknya. Pine Tree yang dirancang SAOTA di Miami, terjual seharga US$ 22,5 juta pada 2017 dan Hillside, lokasi utama dalam serial makelar Netflix Los Angeles 'Selling Sunset' dijual seharga US$ 35,5 juta pada 2019.

Awal tahun ini, di Miami sebuah perkebunan di Star Island berisi dua rumah dirancang oleh SAOTA, dilaporkan seharga US$ 90 juta. Meski harganya fantastis, Antoni menegaskan bahwa bangunan yang dirancangnya lebih mengedepankan nilai yang ditempatkan pemilik rumah, daripada nilai finansial.

"Sebuah rumah bukan hanya ruang hidup fungsional, tapi harus memiliki kualitas emosional. Itu harus menjadi tempat di mana Anda dapat memenuhi semua impian dan aspirasi Anda," tandasnya.



Simak Video "3 Isu Arsitektur Kesehatan Global yang Disoroti G20 Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(aid/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT