ASN hingga TNI Pindah ke IKN Nggak Perlu Beli Rumah, Sudah Disediakan!

Ilyas Fadilah - detikFinance
Kamis, 09 Jun 2022 16:23 WIB
tahapan pindah ibu kota
Foto: Zaki Alfarabi/Infografis
Jakarta -

Pemerintah berencana memindahkan Aparatur Sipil Negara (ASN) TNI Polri ke Ibu Kota Baru (IKN) Nusantara. Hal ini diungkapkan oleh Wakil Kepala Otoritas Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara Dhony Rahajoe.

Dhony menyatakan ASN yang pindah ke IKN tidak perlu membeli rumah. Pemerintah akan memfasilitasinya, yaitu berupa rumah tipe 1.

"ASN dan TNI Polri yang akan pindah ini, rumahnya berarti tidak beli. Jadi yang beli itu negara," katanya dalam acara PropertyGuru CEO & Leaders Forum 2022 di The Langham Ballroom, Kamis (9/6/2022).

Dhony menjelaskan rumah tersebut diberikan ke ASN di IKN sampai jabatannya selesai. Artinya, ketika yang bersangkutan pensiun maka akan dipindahkan ke ASN lain. Ia pun mengatakan rumah tersebut tidak untuk diperjualbelikan.

Dhony menambahkan, pihaknya sangat terbuka dengan investor yang ingin bekerja sama. Menurutnya, investor akan dipermudah sebab tidak perlu memikirkan biaya pembebasan lahan. Masalah pembebasan lahan dan perizinan akan diatur pemerintah.

Vice Chairman of Real Estate Indonesia (REI) Harie Ganie menyatakan ada 56 ribu rumah ASN TNI Polri yang disiapkan. Lokasinya berada di sekitar kawasan pusat pemerintah di IKN Nusantara "Udah pasti di situ ada pembangunan istana, kantor pusat pemerintahan, ada pembangunan 56 ribu rumah ASN TNI Polri," ungkapnya.

Dhony menekankan saat ini ia ingin fokus menyiapkan infrastruktur dan menyebut ingin "menggelar karpet merah" bagi ASN yang menjadi pionir.

"Saat ini kita sedang hitung, di Jakarta itu ada 190 ribu ASN TNI Polri yang akan dipindahkan secara keseluruhan," kata Dhony. Saat ini pihaknya sedang melakukan perhitungan sesuai dengan kemampuan daya dukung lingkungan IKN. Direncanakan ada sekitar 15 ribu - 60 ribu ASN yang akan dipindahkan secara berahap.

Selain itu ia mengharapkan adanya peran dari penduduk lokal. Dhony mengatakan penduduk jangan hanya jadi penonton, namun ikut berpartisipasi dan terlibat.

Lihat juga Video: Survei CSIS: 58,8% Ahli Tak Yakin IKN Berjalan Sesuai Target

[Gambas:Video 20detik]



(dna/dna)