Sofyan Djalil Titip Pesan ke Hadi Tjahjanto Terus Sikat Mafia Tanah

Aldiansyah Nurrahman - detikFinance
Rabu, 15 Jun 2022 19:48 WIB
Serah Terima Jabatan Menteri ATR/Kepala BPN
Foto: Aldiansyah Nurrahman/detikcom: Serah terima jabatan Menteri ATR/Kepala BPN
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) merombak susunan kabinet. Salah satu yang diganti adalah Sofyan Djalil dari posisi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Posisi Sofyan kini diganti mantan Panglima TNI Hadi Tjahjanto. Serah terima jabatan digelar di Kantor Kementerian ATR/BPN di Jalan Sisingamangaraja, Jakarta Selatan, Rabu (15/6/2022).

Pada kesempatan ini Sofyan berpesan ke Hadi Kementerian ATR/BPN memiliki kantor di seluruh Indonesia yang jumlahnya lebih dari 540.

"Kita punya kantor yang luas sekali. Alhamdulillah bapak, apapun perintah bapak di sini sampai ke ujung Indonesia," jelasnya.

Menurut Sofyan mengatakan ada beberapa hal yang menjadi perhatian Presiden Joko Widodo yang berkaitan dengan Kementerian ATR/BPN, seperti reforma agraria.

"Beberapa hal yg masih jadi perhatian Pak presiden yang kita harus kerjakan dan telah kami kerjakan dan bapak teruskan adalah reforma agraria," katanya.

Kemudian ia, berpesan terkait mafia tanah. Sofyan mengaku sudah menciptakan beberapa program menangkal mafia tanah. Namun belum selesai, dan diharapkan Hadi mengatasinya

"Dengan kerja sama kepolisian, kejaksaan di sini pak. Alhamdulillah banyak sekali yang bisa kita capai," katanya.

Selain itu, Kementerian ATR/BPN masih punya pekerjaan rumah penyelesaian sertifikat tanah. Dari target 126 juta bidang tanah, yang sudah terdaftar sekitar 80 juta. Masih tersisa 46 juta lagi yang harus tersertifikasi.

Pada kesempatan ini Sofyan mengaku senang pengganti dirinya adalah seorang Hadi yang berdedikasi tinggi kepada bangsa.

"Kemarin Pak Menteri waktu bertemu Pak Presiden. Saya tanya siapa menggantikan saya? Pak Hadi. 'Alhamdulillah' saya spontan pak," katanya.

Selain Sofyan, posisi Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala ATR/BPN diganti dari Surya Tjandra ke Raja Juli Antoni.

(hns/hns)