Katanya Sold Out, Kok Rumah Murah Jokowi di Cikarang Banyak yang Kosong?

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Kamis, 23 Jun 2022 15:17 WIB
Kondisi Terkini Proyek Sejuta Rumah
Foto: Kondisi Terkini Proyek Sejuta Rumah (Kholida Qothrunnada/detikcom)
Jakarta -

Proyek rumah subsidi di perumahan Villa Kencana Cikarang beberapa tahun lalu, sempat menarik perhatian publik. Lantaran, rumah bersubsidi yang dibangun oleh PT Arrayan Bekasi Development itu telah diresmikan dan didatangi langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) tepatnya pada 4 Mei 2017.

Benar saja, perumahan itu langsung tenar dan dikenal sebagai 'Rumah Murah Jokowi di Cikarang'. Bahkan keesokan harinya, perumahan tersebut langsung diserbu calon pembeli. Salah satu petugas marketing Villa Kencana Cikarang mengatakan bahwa, sejatinya seluruh rumah subsidi itu saat ini telah habis terjual.

"Rumah subsidi udah abis kejual semuanya. Udah nggak ada rumah subsidi. Udah dari 2018 kalau nggak salah. Rumah tahap 1 tahap 2 juga udah abis, " ungkap pihak marketing tersebut kepada detikcom, di kantor pemasaran perumahan itu Kamis (23/6/2022).

Berdasarkan pantauan detikcom, Kamis (23/6/2022), perumahan yang dikenal sebagai rumah murah Jokowi tersebut tampak sudah ramai dihuni. Akses jalan utama masuknya cukup lebar. Namun, ketika ditelusuri lebih dalam ke area perumahan ternyata masih banyak rumah yang terlihat kosong tak berpenghuni di beberapa titik.

Di Blok H misalnya, banyak rumah yang kondisinya sudah rusak dan tak terurus, bahkan ada juga yang tertutup ilalang hingga tanaman liar. Hal itu juga dibenarkan oleh salah satu warga di sana. Ia mengungkap bahwa banyak orang hanya sekedar membeli saja, karena waktu itu dijual dengan harga murah.

"Banyak yang kosong, karena banyak yang nggak ditinggalin. Mungkin setahu saya, mereka cuma sekedar beli. Kan pas awal harganya murah tuh," ungkap warga yang enggan menyebutkan namanya itu, Kamis (23/6/2022).

Ia menambahkan ada juga rumah yang sengaja tidak dihuni pemilik aslinya. Sebagai contoh, ia bercerita tentang tetangga depan rumahnya.

"Noh itu di depan tetangga, dia adiknya yang punya rumah. Jadi, dia nempatin rumah saudaranya di sini. Kebetulan katanya juga suami si adik pemilik rumah itu kerjanya di daerah MM2100. Mungkin juga kan ada yang beli nggak ditempatin, terus belum punya uang untuk renovasi. Karena kedapannya mungkin nanti mau ditempatin," tambahnya.

Hal serupa juga terlihat di sekitar Blok N. Penghuni bernama Dian pun mengatakan bahwa tidak sedikit juga rumah yang kosong dan terbengkalai.

"Kalau sekarang mah Blok N udah ramai. Pas ditengok langsung sama pakde Jokowi, orang pada pindah. Ada beberapa yang masih kosong tapi banyakan yang ke isi sih. Tapi emang, ada beberapa rumah yang kosong. Itu kan tadi di depan blok kosong tuh.. banyak rumput. Itu nggak ditinggalin setahu saya. Kadang, ada yang pemilik rumahnya datang, sebulan sekali tapi cuma buat bersihin rumput depan. Orangnya sih katanya kerja di Jakarta, jadi nggak sempat ditinggalin," kata Dian saat berbincang dengan detikcom di sana.

Berdasarkan catatan detikcom, rumah subsidi ini adalah bagian dari program sejuta rumah yang dicanangkan Jokowi, sejak awal periode kepemimpinannya. Saat itu, rumahnya dibanderol dengan harga mulai Rp 112 juta hingga Rp 141 juta, rumah-rumah ini bisa dimiliki dengan DP 1% dari Bank Tabungan Negara (BTN) dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) alias KPR Subsidi.

Lihat juga Video: Ini Syarat Pengajuan KPR dengan BPJS Ketenagakerjaan

[Gambas:Video 20detik]




(dna/dna)