ADVERTISEMENT

Bisnis Hotel Menggeliat Lagi, Pengembang Ungkap Prospeknya

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Senin, 27 Jun 2022 12:24 WIB
Ilustrasi hotel
Foto: Getty Images/iStockphoto
Jakarta -

PT Saraswanti Indoland Development Tbk menargetkan marketing sales Rp 100 miliar sepanjang 2022. Di sisi lain, calon emiten berkode saham SWID ini optimistis recurring income dari bisnis hotel melonjak 48% pada tahun ini.

"Marketing sales kami berasal dari proyek apartemen Tower Arjuna-Bima di Mataram City, Yogyakarta dan Villa Resort Banyu Bening. Januari-Mei 2022, marketing sales kami sekitar Rp 16 miliar dari apartemen," tutur Direktur Pengembangan Bisnis dan Sekretaris Perusahaan PT Saraswanti Indoland Development Tbk, Agung Cucun Setiawan dalam keterangan tertulis, Senin (27/6/2022).

Dia menambahkan, moncernya marketing sales itu berkat kepercayaan konsumen yang tinggi atas komitmen perseroan dalam membangun proyek secara tepat waktu. "Tower Arjuna-Bima baru akan dibangun pada semester II-2022, namun berkat kepercayaan existing customers perseroan sudah berhasil menjual puluhan unit," ujarnya.

Menurut Cucun, dari sisi pendapatan penjualan, mengingat penerapan standar akutansi PSAK 72, nilai penjualan tahun 2022 berada di kisaran Rp 120 miliar. "Pendapatan kami akan naik signifikan mulai tahun 2023 menjelang selesainya pembangunan apartemen dan rumah tapak Banyu Bening," kata dia.

Dia menambahkan, guna mempercepat pembangunan apartemen dan landed house, pihaknya berencana melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Juli 2022. Dana dari initial public offering (IPO) akan dimanfaatkan untuk modal kerja. "Salah satunya adalah untuk membangun proyek apartemen dan rumah tapak," kata Cucun.

Pengembang properti ini akan melepas sebanyak-banyaknya 340 juta saham atau setara 6,31% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO.

Perseroan menawarkan harga saham di kisaran Rp 180-200 per saham.

Mengutip prospektus perseroan, total dana hasil IPO yang akan dihimpun oleh perseroan diperkirakan mencapai berkisar Rp 61,2-68 miliar.

"SWID mengalami kelebihan pesanan yang cukup signifikan pada periode book building 17 -23 Juni 2022," jelas Cucun.

Sementara itu, kata dia, perseroan berkeyakinan akan mampu membukukan peningkatan pendapatan dari sisi recurring income, yaitu pendapatan dari hotel. "Jika pendapatan hotel tahun 2021 sebesar Rp 54,5 miliar, perseroan memproyeksikan terjadi kenaikan menjadi sebesar Rp 86,3 miliar pada 2022," urai Cucun.

Keyakinan perseroan terkait adanya kenaikan 48% di lini recurring income ini berdasarkan kondisi pandemi Covid-19 yang semakin menurun dan diharapkan segera menjadi endemi dan selanjutnya normal. "Keyakinan perseroan diperkuat dengan capaian year to date Mei 2022 yang jauh melampaui periode sama tahun 2021.

(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT