Pandemi Reda, Calon Emiten Hotel Pede Raup Rp 61 M dari IPO

- detikFinance
Selasa, 21 Jun 2022 07:00 WIB
Pekerja berjalan dengan latar belakang layar pergerakan harga saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (8/4/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari Jumat (8/4) sore ditutup naik 83,46 poin atau 1,17 persen menembus level  7.210. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Jakarta -

Manajemen PT Saraswanti Indoland Development Tbk optimistis kinerja perseroan terdongkrak setelah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Tidak hanya penjualan, calon emiten berkode saham SWID ini yakin torehan laba pada 2023 turut meningkat seiring membaiknya iklim bisnis properti di Indonesia.

"IPO merupakan mile stone untuk menuju level yang lebih tinggi. Kami optimistis kinerja akan meningkat mulai 2023," kata Direktur Utama PT Saraswanti Indoland Development Tbk Bogat Agus Riyono dalam paparan publik daring, Senin (20/6/2022) kemarin.

Perseroan akan melantai di BEI dengan skema penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dengan melepas sebanyaknya 340 juta saham atau setara 6,31% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO.

Setelah IPO, penjualan perseroan tahun 2023 akan tumbuh di atas 15% dibandingkan 2022. Lalu, laba bersih akan melonjak dua kali lipat dari torehan 2022.

"Berakhirnya pandemi Covid-19 memberikan angin segar bagi bisnis properti. Kegiatan bisnis dan pariwisata membangkitkan kembali gairah dunia perhotelan," terangnya.

Lebih lanjut, pasca-IPO perseroan akan mempercepat pelaksanaan empat pilar strategi perusahaan yaitu developing great leaders dan delivering different product and servis (differentiation strategy). Lalu, efficient operations (efficiency strategy) dan diversification strategy.

Saat ini, SWID memiliki dan mengembangkan mixed use building Mataram City di Kota Yogyakarta.

Di proyek ini telah beroperasi tiga menara yang mencakup satu hotel berkapasitas 264 kamar dan dua apartemen. Selain itu, tersedia sebuah Convention Center.

"Peningkatan revenue dari recurring income kami genjot dari hotel, antara lain dengan penambahan delapan ruang meeting di The Alana Yogyakarta," ujar Bogat.

Lalu, perseroan juga memiliki kondotel Innside by Melia dengan kapasitas 242 kamar. Kondotel ini juga dilengkapi dengan ruang pertemuan berkapasitas kisaran 20-300 orang.

Selain itu, perseroan akan mengembangkan proyek landed house, Banyu Bening, The Villa Resort yang terdiri dari 56 unit rumah di atas lahan seluas 9.000 meter persegi di daerah Rawa Pening, Ambarawa, Jawa Tengah.

Lihat juga video 'GoTo Masuk di BEI, Airlangga Prediksi Kapitalisasi Lebih 2% PDB':

[Gambas:Video 20detik]



Bersambung ke halaman selanjutnya.