ADVERTISEMENT

RI Gandeng Jepang Jadi Pengawas Proyek IKN, Ini Alasannya

Ilyas Fadilah - detikFinance
Senin, 18 Jul 2022 13:41 WIB
Kecamatan Sepaku di Kabupaten Penajam Paser Utara disebut sebagai lokasi Ibu kota baru. Pemilihan lokasi ini diduga karena di Sepaku banyak lahan negara.
Lokasi Ibu Kota RI/Foto: M. Abdurrosyid
Jakarta -

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerja sama dengan konsultan dari Jepang, Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam pengawasan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti mengatakan, JICA akan menjadi pengawas pembangunan sekaligus kontrol terhadap quality insuraince IKN.

"JICA memang akan bergabung dengan kita. Tetapi JICA ini akan menjadi konsultan untuk mengawasi, pengawas untuk seluruh bangunan-bangunan kita dan juga untuk kontrol," kata Diana kepada wartawan di Auditorium Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Senin (18/7/2022).

Diana mengatakan, Kementerian PUPR belum memiliki pengalaman dalam membangun suatu kota. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan PUPR menggandeng konsultan asal Jepang ini.

Pada kesempatan itu, Diana turut menyinggung persoalan drainase di IKN. Ia menyebut pihaknya telah menyusun sektor drainase mulai dari kawasan perkotaan dan kawasan, serta telah berkonsultasi dengan ahli yang memahaminya.

Kemudian, para arsitek pemenang sayembara desain juga akan dilibatkan dalam pembangunan IKN. "Karena ini sudah jadi keputusan, copyright ada di PU, nanti pasti kami akan mengajak para arsiteknya untuk berkolaborasi mengoptimalkan desain tadi," Ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

Pembangunan IKN mulai dikerjakan tahun ini. Pemerintah menargetkan, proyek IKN ditargetkan selesai pada 2024.

(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT