ADVERTISEMENT

Ngeri! Pupus Mimpi Punya Apartemen Gara-gara Krisis Properti China

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Rabu, 10 Agu 2022 10:24 WIB
KPR
Ngeri! Pupus Mimpi Punya Apartemen Gara-gara Krisis Properti China/Foto: Tim Infografis: Luthfy Syahban
Jakarta -

Ratusan pembeli apartemen di China protes dan berhenti membayar cicilan karena pembangunan belum rampung. Pasangan muda yang pindah ke Zhengzhou, China mengatakan pengembang menarik diri dari proyek dan membuat pembangunan terhenti usai menerima uang muka pada tahun lalu.

"Saya telah membayangkan berkali-kali kegembiraan tinggal di rumah baru, tetapi sekarang semuanya terasa konyol," kata wanita yang tidak ingin disebutkan namanya itu dikutip dari BBC, Rabu (10/9/2022).

Kekecewaan yang sama juga dirasakan seorang wanita berusia akhir 20-an yang juga membeli rumah di Zhengzhou. Dia mengatakan, dirinya juga siap untuk berhenti membayar cicilan.

"Setelah proyek dilanjutkan sepenuhnya, saya akan terus membayar," ujarnya.

Berbeda dengan krisis Subprime Mortgage AS pada 2007, ketika uang dipinjamkan kepada peminjam berisiko tinggi yang kemudian gagal bayar, banyak di antara pembeli apartemen yang dapat membayar tetapi memilih untuk berhenti.

Sementara itu, mereka merupakan pembeli dari 320 proyek di seluruh negeri, di mana mereka sebelumnya juga telah merilis keputusan mereka itu. Tetapi, tidak jelas berapa banyak yang benar-benar berhenti membayar.

Menurut perkiraan lembaga pemeringkat S&P Global, pinjaman yang diboikot bisa berjumlah US$ 145 miliar. Sementara, analis lain mengatakan angka itu bisa lebih tinggi.

Yang lebih mengkhawatirkan, hal itu menandakan kurangnya kepercayaan pada salah satu pilar utama ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

"Boikot hipotek, didorong oleh sentimen yang memburuk terhadap properti adalah ancaman yang sangat serius terhadap posisi keuangan sektor ini," kata Oxford Economics.

Perlu diketahui, sektor properti China merupakan sepertiga dari hasil ekonominya. Hal ini termasuk rumah, sewa, dan layanan perantara.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Lihat juga Video: Resor di China Lockdown, 80 Ribu Turis Terjebak

[Gambas:Video 20detik]




ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT