ADVERTISEMENT

Karyawan Belum Full WFO, Harga Sewa Kantor di Jakarta Masih Lesu

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 11 Agu 2022 12:55 WIB
Suasana gedung perkantoran di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2019).
Gedung perkantoran di kawasan Jakarta Pusat/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Harga sewa kantor di Jakarta masih mengalami koreksi yang sangat dalam. Okupansi alias tingkat keterisian kantor yang rendah jadi masalah utamanya.

Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat menyatakan koreksi harga telah terjadi saat ini paling dalam pada kelas kantor premium.

"Kelas paling tinggi, premium, ini terlihat masih mengalaminya koreksi harga dari apa yang ditawarkan landlord di ruang kantor premium di CBD yang ada di Jakarta," ungkap Syarifah dalam paparan Property Market Review Knight Frank semester I-2022, Kamis (11/8/2022).

Dari angka yang dia paparkan, sejauh ini dalam enam bulan untuk kantor kelas premium harga sewanya turun 0,8%, untuk grade A dan B turun 0,9%. Sementara itu, ada peningkatan harga di grade C sebesar 1,1%.

Syarifah menyatakan sejauh ini pola kerja hybrid yang mempertimbangkan angka penyebaran kasus COVID-19 masih jadi hambatan untuk penyerapan perkantoran. Banyak perusahaan menahan diri untuk menyewa kantor.

"Saat ini kita berada di pola kerja hybrid di fase endemi, ini tidak bisa kita pugkiri naik turunnya kasus COVID-19 masih memberikan implikasi ke pola kerja yang berlaku. Nah kondisi ini berikan pengaruh besar juga terkait performa pasar kantor di CBD Jakarta," ungkap Syarifah.

Untuk serapan luasan kantor di Jakarta, dalam paparan Syarifah dijelaskan kelas Premium mengalami penurunan 25 ribu meter persegi, kelas A meningkat 11 ribu meter persegi, kelas B mengalami penurunan 24 ribu meter persegi, dan kelas C naik 5 ribu meter persegi.

Dari 4 wilayah perkantoran di Jakarta, kawasan Sudirman memiliki tingkat hunian 73%, kawasan Thamrin 73,8%, kawasan Gatot Subroto 72%, dan kawasan Kuningan 73,1%.

Untuk rerata harga sewa kantornya, kawasan Thamrin dan Sudirman berada di level Rp 375 ribuan per meter persegi per bulan. Sementara itu, kawasan Gatot Subroto berada di Rp 310 ribuan per meter persegi per bulan. Kemudian, paling murah ada di kawasan Kuningan sebesar Rp 300 ribu per meter persegi per bulan.

Namun dalam paparan Syarifah, kalau dilihat rata-rata harga sewa atau asking gross rental rate perkantoran di Jakarta sejak tahun 2015 memang mengalami tren penurunan. Di kelas premium dari awalnya Rp 630 ribu per meter persegi per bulan ke angka Rp 400 ribuan per meter persegi per bulan.

Kemudian, kelas kantor grade A juga mengalami penurunan harga sewa. Dari awalnya Rp 430 ribu per meter persegi per bulan menjadi Rp 330 ribu per meter persegi per bulan.

Hanya kelas kantor grade B dan C saja yang terpantau Knight Frank harganya masih stabil. Harga sewa masih berada di kisaran Rp 250 ribuan per meter persegi per bulan, dan grade C di Rp 230 ribuan per meter persegi per bulan.

(hal/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT