ADVERTISEMENT

Banyak Disewa TKA dan Tren Staycation, Apartemen di Jakarta Penuh Lagi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 11 Agu 2022 14:42 WIB
Sejumlah tower apartemen di kawasan Jakarta Barat tampak berdiri tegak, Jakarta, Jumat (3/9/2021). Tarif apartemen sewa sepanjang kuartal II tahun ini relatif stabil di tengah tekanan pasar akibat banyaknya ekspatriat yang pulang ke negaranya lantaran kondisi bisnis secara umum tertekan pembatasan yang diberlakukan untuk mengatasi pandemi Covid-19.
Banyak Disewa TKA dan Tren Staycation, Apartemen di Jakarta Penuh Lagi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Apartemen sewa di Jakarta perlahan-lahan mulai penuh lagi tingkat keterisiannya. Hal ini salah satunya didorong oleh banyaknya tenaga kerja asing (TKA) atau ekspatriat yang kembali bekerja secara langsung di Indonesia setelah masa pandemi COVID-19.

Menurut Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat saat ini sudah ada peningkatan jumlah TKA ke Indonesia 9% sepanjang semester I-2022. Para ekspatriat ini memilih apartemen sewa untuk tempat tinggalnya.

Dia bilang para pekerja dari Eropa hingga beberapa negara di Asia mulai memenuhi apartemen-apartemen di Jakarta. Hal ini pun menjadi angin segar bagi para perusahaan properti penyedia apartemen.

"Apakah ada relevansinya terkait performa apartemen sewa? Dari data dan riset yang kami temukan beberapa tenaga kerja asing ini, baik dari Eropa dan juga beberapa regional Asia memang mulai masuk kembali mengisi ruang apartemen sewa," ungkap Syarifah dalam paparan Property Market Review Knight Frank semester I-2022, Kamis (11/8/2022).

Kinerja sip sektor apartemen sewa bukan cuma dimotori oleh para ekspatriat sebagai penyewa saja. Calon penyewa dalam negeri pun meningkat, mulai banyak apartemen yang menawarkan short stay alias penyewaan dalam waktu singkat.

Hal ini makin banyak dilakukan seiring dengan ramainya tren staycation sebagai opsi liburan di tengah masyarakat selama pandemi COVID-19 berlangsung.

"Pengunjung dalam negeri pun mulai membantu memberikan kontribusi menaikkan okupansi, melalui staycation, short stay, hingga daily rental," papar Syarifah.

"Sudah banyak juga promo-promo staycation, beberapa operator tawarkan program program tur wisata entah itu museum atau yang lain yg dekat dengan lokasi apartemennya. Atau buka area untuk interaksi yang hidup antar penghuni," lanjutnya.

Dari data yang dia paparkan, Syarifah menjelaskan selama semester I-2022 ini telah terjadi kenaikan okupansi apartemen sewa mencapai 1,45% secara tahunan, sementara antar semester terjadi kenaikan 0,4%.

Berapa harga sewa apartemen? Cek halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT