ADVERTISEMENT

Pembangunan IKN Dimulai, Kontrak Proyek Rp 5,3 T Diteken

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 29 Agu 2022 18:45 WIB
Jalan Lingkar Sepaku Menuju IKN
Jalan Lingkar Sepaku Menuju IKN/Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta -

Pembangunan infrastruktur dasar Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur segera dimulai. Kontrak pekerjaan pembangunan IKN tahun anggaran 2022 sebanyak 19 paket telah diteken per hari ini oleh Kementerian PUPR.

Total anggaran yang disetujui dalam kontrak paket pekerjaan yang diteken hari ini senilai Rp 5,3 triliun. Sementara itu jumlah total rencana anggaran pembangunan IKN hingga 2024 sebesar Rp 43,73 triliun.

"Kementerian PUPR telah menyusun rencana/tahapan pembangunan infrastruktur dasar di IKN Nusantara periode 2022-2024 dengan total anggaran sebesar Rp 43,73 triliun. Pada tahun 2022, anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan IKN sebesar Rp 5,3 triliun," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah dalam keterangannya, Senin (29/8/2022).

Dari 19 paket pekerjaan yang diteken hari ini, akan digunakan untuk pembangunan IKN yang dilakukan Ditjen Sumber Daya Air, Ditjen Bina Marga, Ditjen Cipta Karya, dan juga Ditjen Perumahan.

Rinciannya, untuk Ditjen Sumber Daya Air total sebanyak 6 paket dengan nilai kontrak Rp 42,8 miliar, Ditjen Bina Marga sebanyak 8 paket dengan nilai kontrak Rp 4,599 triliun, Ditjen Cipta Karya sebanyak 4 paket dengan nilai kontrak sebesar Rp 111,9 miliar, dan Ditjen Perumahan sebanyak 1 paket dengan nilai kontrak Rp 567 miliar.

"Dapat saya sampaikan, direncanakan akan dilakukan penandatanganan kontrak kembali pada 5 September 2022 dengan nilai kontrak sekitar Rp 4 triliun," ujar Zainal.

Dalam pelaksanaan pekerjaan, para PPK dan Penyedia Jasa diminta untuk selalu bertindak profesional, kerja cepat, kerja keras, dan kerja produktif, memeriksa permasalahan di lapangan dan aktif menemukan solusi, serta berorientasi pada hasil nyata. Melaksanakan tugas bukan hanya menjamin selesai, tapi betul-betul menjamin infrastruktur berfungsi baik.

"Pastikan jaminan mutu pekerjaan konstruksi dan estetika, perhatikan aspek kelestarian lingkungan, hindari terjadinya kekumuhan baru di lokasi IKN, tertib penyelenggaraan keselamatan konstruksi, dan hindari perilaku koruptif dalam pelaksanaan pekerjaan," tegas Zainal.

Zainal Fatah mengatakan Kementerian PUPR akan memastikan pekerjaan pembangunan IKN segera dimulai setelah penandatanganan kontrak hari ini agar infrastruktur dasar IKN dapat selesai sesuai target pada tahun 2024.

"Kami akan terus konsultasi terkait pengadaan dengan LKPP, konsultasi terkait prosedur dengan BPKP, serta mengumpulkan semua team leader kontraktor dan konsultan untuk memastikan pekerjaannya berjalan baik," terang Zainal.

(hal/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT