ADVERTISEMENT

Mirisnya Krisis Properti China: Apartemen Mangkrak, Cicilan Lanjut 20 Tahun!

Ilyas Fadhillah - detikFinance
Rabu, 05 Okt 2022 19:15 WIB
Properti China
Foto: Properti China/Dok Reuters
Jakarta -

Krisis properti China memakan banyak korban. Salah satunya adalah Li (nama samaran), pria berusia 34 tahun yang batal menikah akibat kondisi ini.

Li telah membeli apartemen untuk tempat tinggalnya. Saat itu dia berencana menikahi calon istrinya yang sedang hamil.

Bukannya hidup bahagia dengan istri dan anaknya, Li harus menanggung cicilan KPR yang membuntutinya selama 20 tahun ke depan. Ini akibat dihentikannya proyek pembangunan apartemen yang dibelinya di provinsi tengah China, Hunan.

"Dia bilang apartemen yang belum selesai bukan rumah, jadi dia melakukan aborsi dan putus dengan saya," kenang Li, seperti dikutip dari CNA, Rabu (5/10/2022).

"Aborsi merenggut semua keyakinan saya. Seluruh dunia saya runtuh. Saya sangat putus asa tetapi tidak ada yang bisa saya lakukan," katanya lagi.

Dia mengatakan, pria di China hampir tidak mungkin bisa menikah jika tak memiliki properti. Minimal harus memiliki hunian atau apartemen.

Apartemen Li yang belum selesai menceritakan banyak kisah. Ini menceritakan tentang beban emosional yang melekat pada rumah fisik orang Cina.

Di China, perempuan 35 juta lebih banyak ketimbang laki-laki. Artinya persaingan untuk menikah sangat ketat. Banyak calon mertua tidak membiarkan anak perempuan mereka menikah dengan pria tanpa rumah.

Dan itu menceritakan kisah manusia di balik jatuhnya pasar perumahan China, yang telah menjadi berita utama akhir-akhir ini. Jutaan orang China berada dalam ketidakpastian karena pengembang yang kekurangan uang dan menghentikan konstruksi.

Terkait hal ini ribuan pembeli rumah mengancam akan memboikot pembayaran Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Satu di antara mereka adalah Li.

(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT