Tips Berinvestasi Properti Supaya Aman & Nggak Tekor

ADVERTISEMENT

Tips Berinvestasi Properti Supaya Aman & Nggak Tekor

Angga Laraspati - detikFinance
Kamis, 13 Okt 2022 17:53 WIB
Real estate or property investment. Home mortgage loan rate. Saving money for retirement concept. Coin stack on international banknotes with house model on table. Business growth background
Foto: Getty Images/iStockphoto/Zephyr18
Jakarta -

Investasi tengah digandrungi oleh generasi muda akibat adanya pandemi COVID-19. Hal ini bisa dilihat dari pertumbuhan investor di Bursa Saham Indonesia yang naik cukup signifikan dibandingkan sebelumnya.

Seperti pada laporan yang dikeluarkan oleh OJK pada bulan Mei lalu, hingga akhir April 2022 secara nasional jumlah investor ritel di Pasar Modal telah mencapai 8,62 juta atau telah meningkat sebesar 15,11 persen (ytd) dibandingkan posisi 30 Desember 2021.

Pertumbuhan jumlah investor ritel ini juga masih didominasi oleh kaum milenial atau usia di bawah 30 tahun sebesar 60,29 persen dari keseluruhan jumlah investor. Data ini pun menunjukan bagaimana investasi sudah jadi incaran bahkan oleh anak-anak muda.

Meski tengah ramai, bukan berarti berinvestasi tak memiliki risiko yang harus ditanggung oleh para investor. Namun, bila seseorang jeli dalam memilih instrumen investasi, maka modal yang ditanam dapat menghasilkan keuntungan dalam jumlah besar di masa depan. Tapi bagi investor yang ingin mencari investasi yang cenderung aman dan memiliki peningkatan nilai yang paling stabil adalah properti.

Seperti diungkapkan oleh Direktur Emerald Land Development Andre Wijaya di Epic Living episode ke-8 yang menuturkan berinvestasi adalah sesuatu yang harus dilakukan jika tidak ingin nilai harta yang dimiliki menyusut karena inflasi.

Kekayaan harta tersebut dapat dikembangkan dengan berbagai macam investasi, mulai dari bursa, saham hingga properti. Terkait investasi properti, Andre menjelaskan instrumen ini cenderung stabil dan aman lantaran tidak berfluktuasi harga.

"Dengan berinvestasi di properti, ada keyakinan bahwa tidak mungkin drop, tidak mungkin jatuh dibandingkan instrumen yang risikonya tinggi seperti saham. Jadi, properti relatif lebih stabil dan aman menurut saya," terang Andre dilansir dari CNN Indonesia, Kamis (13/10/2022).

Dalam berinvestasi properti, Andre menjelaskan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, apakah investasi properti tersebut dapat memberikan passive income saat tidak dipergunakan.

"Kalau beli rumah pasti investasi ada barangnya, ada rumahnya. Jelas dan kelihatan barangnya. Kalau tidak dipakai , rumah itu bisa disewakan jadi kan ada passive income. Apakah itu ruko, rumah, apartemen, pasti akan ada return-nya kembali," ujarnya.

Kedua yaitu the mind behind product atau pengembang produk properti tersebut. Seorang investor properti harus memastikan terlebih dahulu apakah properti tersebut dikembangkan oleh developer yang terpercaya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT