Ini Alasan Podomoro Jual Central Park

ADVERTISEMENT

Ini Alasan Podomoro Jual Central Park

Tim detikcom - detikFinance
Selasa, 18 Okt 2022 16:52 WIB
Sejumlah pengunjung beraktivitas di Central Park, Jakarta, Rabu (10/2/2021). Menjelang hari raya Imlek ornamen bernuansa merah mulai menghiasi di kawasan ini.
Mal Central Park di Jakarta Barat Dijual/Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menjual 85% kepemilikan saham Mal Central Park (CP Mall) di Grogol, Jakarta Barat. APLN menjual Central Park kepada perusahaan asal Jepang, Hankyu Hanshin Properties Corp senilai Rp 4,53 triliun.

Apa alasan APLN menjual Central Park?

Direktur Utama APLN Bacelius Ruru mengatakan transaksi penjualan Central Park ini dilakukan untuk melunasi pinjaman perseroan. Dana hasil penjualan tersebut juga dipakai untuk investasi kembali di PT CPM Assets Indonesia, sehingga memiliki 28,58% saham di PT CPM Assets Indonesia

"Sebagai perusahaan properti, kami berusaha untuk selalu mengoptimalkan setiap peluang bisnis, termasuk dalam divestasi CP Mall ini. Kami optimistis berbagai langkah strategis yang dilakukan perusahaan akan semakin memperkuat kinerja dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dalam jangka panjang," jelasnya dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Selasa (18/10/2022).

Selain itu, transaksi penjualan Central Park ini membantu APLN mempercepat pelunasan pinjaman Guthrie Venture Pte Ltd, yang jatuh tempo pada 20 November 2022. Disebutkan juga transaksi ini bukan merupakan transaksi yang mengandung unsur transaksi afiliasi.

Transaksi ini bersifat material namun merupakan kegiatan usaha yang dijalankan perusahaan dalam rangka menghasilkan pendapatan usaha dan dijalankan secara rutin, berulang, dan/atau berkelanjutan mengingat perusahaan bergerak dalam bidang real estate.

"Divestasi Central Park Mall akan memperkuat likuiditas perusahaan, sehingga eksekusi terhadap rencana pembangunan proyek-proyek properti yang kami miliki akan semakin solid. Yang lebih penting lagi, pelunasan pinjaman Guthrie juga dapat meningkatkan efisiensi biaya dan profitabilitas perusahaan yang lebih baik di masa depan," kata Bacelius.

Central Park Mall, yang mulai beroperasi pada 9 September 2009, memiliki total luas yang dapat disewakan lebih dari 128 ribu meter persegi. Pada Agustus 2022, tingkat okupansinya mencapai hampir 95 persen.

Pusat perbelanjaan Central Park ini berada di kawasan Podomoro City Jakarta yang dilengkapi dengan apartemen, hotel, dan ruang perkantoran. Penghuni kawasan Podomoro City mencapai lebih dari 20 ribu jiwa.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT