Brantas Abipraya Raih Rekor Muri Bangun Rumah Tahan Gempa Terbanyak

ADVERTISEMENT

Brantas Abipraya Raih Rekor Muri Bangun Rumah Tahan Gempa Terbanyak

Atta Kharisma - detikFinance
Kamis, 20 Okt 2022 16:24 WIB
Brantas Abipraya
Foto: Brantas Abipraya
Jakarta -

PT Brantas Abipraya (Persero) berhasil memecahkan rekor MURI untuk 'Pembangunan Rumah Tahan Gempa Sistem Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) Terbanyak dalam Satu Hamparan'. Rekor ini diraih setelah Brantas Abipraya membangun 1.110 unit hunian di lahan seluas 32 hektare untuk korban erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang.

Brantas Abipraya merupakan salah satu yang ikut ambil bagian dalam pembangunan RISHA tahan gempa bagi korban erupsi Gunung Semeru. Direktur Utama Brantas Abipraya Sugeng Rochadi menyatakan capaian ini menjadi bukti kinerja unggul perseroan.

"Raihan rekor ini tentunya merupakan bukti pencapaian salah satu kinerja unggul Insan Abipraya, tuntas cepat membangun hunian untuk korban erupsi. Istimewanya lagi, hunian ini dibangun menggunakan panel RISHA agar tahan gempa," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (20/10/2022).

Sugeng menjelaskan hunian tetap (huntap) tersebut memiliki standar mumpuni dengan luas bangunan 6x6 meter, dan dibangun di atas lahan seluas 10x14 meter untuk setiap kepala keluarga. Tak hanya itu, setiap rumah sudah dilengkapi dengan fasilitas seperti kamar mandi, kamar tidur dan ruang multiguna untuk ruang tamu serta ruang keluarga.

Diketahui, sebagai aksi tanggap darurat bencana erupsi Gunung Semeru, Brantas Abipraya juga telah menuntaskan pembersihan Jalan Nasional ruas Bts. Kabupaten Malang-Bts. Kabupaten Lumajang. Lalu, pembangunan jembatan gantung untuk pejalan kaki, penanganan jalan alternatif ruas Pasirian-Tempursari, rekonstruksi Jalan Nasional Link 062 dan clearing lokasi hunian sementara (huntara) dan huntap dengan luas total 80 hektare.

Brantas AbiprayaBrantas Abipraya Foto: Brantas Abipraya

Sejak awal bencana, Brantas Abipraya juga telah menerjunkan bantuan tanggap darurat berupa alat berat untuk memudahkan proses evakuasi korban. Di antaranya delapan excavator, satu loader, lima dump truck, tiga buldoser serta dua unit mobil ambulans yang bersiap di lokasi.

Sugeng menambahkan seluruh alat berat tersebut langsung dikirimkan langsung menuju lokasi dari proyek-proyek Brantas Abipraya yang jaraknya tak jauh dari lokasi bencana. Di antaranya; proyek Bendungan Semantok di Nganjuk, Jawa Timur; proyek Bendungan Jragung di Demak, Jawa Tengah; Bendungan Bener di Purworejo, Jawa Tengah; dan proyek Jalur Lintas Selatan Lot 8 Jarit-Puger di Kabupaten Lumajang.

Selain alat berat dan ambulans, lanjut Sugen, Brantas Abipraya juga mengirimkan bantuan berupa logistik, sembako terdiri dari minyak goreng, beras, mie instan, gula, kopi, teh, susu, biskuit, popok bayi, pembalut wanita, masker, air mineral, kasur lipat, perlengkapan mandi dan obat-obatan.

"Sederet aksi tanggap yang telah dijalankan ini adalah wujud keseriusan Brantas Abipraya mengabdi untuk negeri, selalu hadir untuk Indonesia melalui kontribusinya membangun infrastruktur nasional. Duka warga di Lumajang dan sekitar adalah duka kami, duka kita semua. Semoga apa yang telah kami bangun bersama ini dapat meringankan beban dan membantu memudahkan para korban bencana," pungkasnya.



Simak Video "Kepala BMKG Sebut Gempa Banten Nyalakan Alarm Kewaspadaan"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT