Empat daerah tersebut adalah, Sulawesi Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.
Selengkapnya di detikFinance:
Sulawesi Barat
Foto: Zaki A
|
"Sulbar memang daerah kosong dari kepadatan penduduk. Hanya 1,5 juta untuk 6 kabupaten," ujar Idris.
Selain itu, Sulbar juga telah menyiapkan lahan seluas 50.000 hektare yang 'gratis'. Oleh karena itu, pemerintah tak perlu lagi melakukan pembebasan lahan dan akan menekan biaya pembangunan.
"Sulbar lokasi sudah ada, gratis juga. Dan juga pembangunannya tidak akan merusak daerah yang lain," kata Ali.
Lebih spesifiknya, kedua petinggi Sulbar tersebut mengenalkan Kabupaten Mamuju sebagai calon ibu kota baru. Mamuju dinilai menjadi kandidat terbaik karena hampir memenuhi kriteria ibu kota baru.
Di antaranya adalah memiliki aspek keamanan negara, karena tidak berbatasan dengan negara mana pun. Memiliki sumber energi terbaru. Jauh dari bencana alam. Lalu dekat dengan kota existing sehingga aksesnya mudah.
Kalimantan Selatan
Foto: Mindra Purnomo
|
Menurutnya, masyarakag Kalsel yang ramah siap membuka pendatang nantinya di ibu kota baru.
"Pemerintah dan masyarakat sangat antusias dan masyarakatnya ramah sekali. Dengan keramahannya sehingga dia siap membuka siapa saja yang mau ke Kalsel," tuturnya.
Lalu, Kalsel yang merupakan kota lebih tua dibandingkan Jakarta, dianggapnya sangat cocok menjadi ibu kota baru.
Dengan kondisi geologi yang sangat tua, Kalsel dinilainya sebagai wilayah yang jauh dari bencana.
"Kalsel provinsi ini yang lebih tua dari Jakarta. Geologi berumur 250 juta tahun. Jadi jauh dari musibah bencana," tambahnya.
Selain itu, beliau menyampaikan bahwa Kalsel memiliki ketersediaan air yang melimpah, dan kedalaman laut yang sesuai untuk pembangunan pelabuhan internasional.
Sahbirin Noor menyampaikan apabila Kalsel terpilih sebagai ibu kota baru, diharapkan dapat melepas wilayah Indonesia di luar Jawa dari kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan yang masih terasa.
Kalimantan Tengah
Foto: Ibu Kota ke Mana? (Mindra Purnomo/detikcom)
|
Lalu, terkait isu beredar tentang Palangkaraya yang akan dipilih menjadi ibu kota baru, Sugianto ternyata menyiapkan kota lain. Di antaranya, Kabupaten Katingan dan Kabupaten Gunung Mas.
Kabupaten Katingan sendiri memiliki ketersediaan lahan seluas 120.000 hektare. Kabupaten Gunung Mas seluas 121.000 hektare. Namun, ia akan menyiapkan lahan seluas 300.000-500.000 hektare.
Langkah tersebut diambil sebagai pencegahan kepadatan penduduk ke depannya.
"Kata Pak Menteri membutuhkan 40.000 hektare. Tapi saya siapkan 300.000-500.000 hektare. Jadi lahan ini bukan hanya untuk 50 tahun ke depan, tapi seterusnya. Karena pasti akan terjadi kepadatan penduduk nanti," jelas Sugianto.
Namun, sejauh ini Sugianto enggan membocorkan lokasi spesifiknya. Pasalnya, ia takut terjadi spekulan tanah.
Kalimantan Timur
Foto: Zaki Alfarabi/Infografis detikcom
|
"Kaltim memiliki ketersediaan lahan yang cukup untuk pembangunan. Lahannya milik pemerintah," kata Kepala Bidang Prasarana Bappeda Kaltim Yusliando yang mewakili provinsi Kalimantan Timur dalam diskusi pagi ini.
Kaltim menyiapkan empat lokasi untuk ibu kota baru, yaitu Kota Samarinda, Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Kutai Kartanegara.
Kaltim juga memiliki keunggulan seperti aman dari konflik sosial, kaya akan sumber daya alam terbarukan dan non terbarukan, ketersediaan infrastruktur sehingga dapat menekan pembiayaan pembangunan ibu kota baru.
Halaman 2 dari 5