Diwarnai Pro Kontra, Masker Olahraga Masih Oke Buat Peluang Bisnis?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 23 Jul 2020 10:50 WIB
Young personal trainer
Ilustrasi/Foto: Getty Images/

Tahap percobaan itu merupakan langkah penting untuk menyiapkan diri sebelum masuk ke pasar yang lebih besar.

"Jadi jangan bicara besar dulu, sebelum kecilnya ditangani. Nanti ketika besar, permintaan banyak, tapi dia nggak mampu kan ya nanti bermasalah juga," tutur Eko.

Jika ingin memanfaatkan media sosial, pebisnis tak perlu menunggu untuk akunnya memiliki banyak pengikut dulu sebelum memasarkan.

"Saya sarankan nggak perlu berpikir harus followers banyak sampai membeli followers dan sebagainya. Sebenarnya nggak efektif juga kalau nggak ada yang membeli. Lebih baik sedikit, dia cuma buat 5, tapi semuanya habis. Daripada buat 50 yang terjual hanya 5, walaupun followers-nya banyak kan percuma," jelasnya.

Lalu, ia juga menyarankan agar pebisnis baru yang ingin berjualan masker olahraga mengejar pasar yang berbeda. Mengingat saat ini sudah banyak pemain kecil hingga besar dalam pasar masker non medis, Eko mengatakan pebisnis baru bisa mengincar komunitas olahragawan terlebih dahulu.

"Kalau dulu kan medis saja, jadi mahal. Tapi sejak diumumkan masker kain sudah bisa, mau nggak mau harga masker medis harus turun. Tapi kan sudah banyak banget pemainnya, caranya bagaimana? Ya dia harus punya cara lain, harus punya service yang berbeda dengan tempat lain. Seperti tadi caranya masuk ke komunitas. misalnya komunitas olahraga, ya jangan semua olahraga masuk. Misalnya dia masuk ke kalangan sepeda, atau kalangan jogging. Itu mungkin bisa cara dia membuat masker dia lebih unik dengan yang lainnya," tutup Eko.

Halaman


Simak Video "Olahraga Pakai Masker, Ini Tipsnya Supaya Aman dan Nyaman"
[Gambas:Video 20detik]

(ara/ara)