Catat Nih! Rahasia Pedagang Sepatu Lokal Tetap Eksis Lawan Brand Asing

Vadhia Lidyana - detikFinance
Senin, 24 Agu 2020 18:20 WIB
Dalam acara dPreneur, detikFinance mengajak berbincang CEO Brodo Footwear Yukka Harlanda dengan tema Sukses Bisnis Startup di Usia Muda digelar di Auditorium Menara Bank Mega, Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (26/8/2015). Grandyos Zafna/detikcom.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Brodo merupakan salah satu merek sepatu lokal yang sudah eksis selama 10 tahun di Indonesia. Founder & CEO Brodo Yukka Harlanda membeberkan, ada beberapa hal yang perlu dicatat untuk bisa eksis bersaing dengan brand asing di pasar Tanah Air.

Hal penting yang paling utama adalah menerima kehadiran sesama pemain sepatu atau produk fesyen lokal tanpa harus merasa disaingi.

"Kalau di fashion brand, semakin ramai brand-nya maka semakin bagus. Karena bisa membantu menyebarkan awareness, memajukan narasi bahwa local brand itu oke dan bisa bersaing dengan brand asing," kata Yukka dalam siaran Podcast Tolak Miskin detikfinance, Senin (24/8/2020).

Dengan merangkul sesama pemain brand lokal, maka bisa membangun pasar yang baik.

"Jadi kita sesama brand lokal bukan kompetisi, kita saling membangun market bareng-bareng," tuturnya.

Kunci kedua ialah meyakini bahwa pemain di bidang fesyen ini tak bisa menang sendiri.

"Pertama sih yang paling penting di bisnis fesyen dan sepatu bukan bisnis yang win and take all. Masuknya ini dunia yang pemenangnya bisa banyak," imbuh dia.

Ia mengatakan, sebagai penjual juga harus memahami bahwa tak ada seseorang yang hanya mengkonsumsi satu merek dari koleksi produk fesyennya.

"Jadi satu customer Brodo pasti punya merek lain juga. Dan saya pun sepatu olahraga mereknya macam-macam. Dan yang paling penting orang bisa percaya brand local itu juga tren," jelas Yukka.

Menurutnya, Brodo sendiri bisa eksis sejak tahun 2010 juga karena mematok harga yang terjangkau dengan kualitas yang tak kalah dengan merek luar negeri.

"Kita ketemu segmen yang pas banget yaitu usia kuliah dan awal-awal kerja yang memang mencari sepatu yang bentuknya keren, gaya internasional, cuma dari sisi pricing itu affordable. Karena posisi kita waktu itu masih kuliah ya nyari sepatu yang murah nggak bagus, nyari yang keren mahal-mahal. Jadi cari yang di tengah-tengah," pungkasnya.



Simak Video "Menteri Teten Minta E-Commerce Sediakan Laman Khusus Produk UMKM"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)