ADVERTISEMENT

Modal Tipis, Wanita Ini 'Sulap' Pare Jadi Keripik hingga Sambal

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 24 Okt 2020 09:15 WIB
Pare Disulap Jadi Sambal hingga Keripik
Foto: Dok. @kedainyotnyot
Jakarta -

Di Tangan Lasmiati, pare yang pahit berhasil menjadi makanan yang enak, mulai dari keripik sampai sambal pare. Usaha ini dia mulai beberapa tahun lalu saat dirinya baru pulang dari Timur Tengah.

Saat itu dia menceritakan jika kondisi ekonominya sangat sulit. Namun dia masih harus menghidupi diri dan anak-anaknya.

Saat itu dia menjual makanan ringan di pasar dan kemudian dititipkan di warung-warung. Hingga akhirnya dia mencoba membuat cemilan sendiri mulai dari wortel, jamur, pepaya, hingga pare.

"Pare yang paling srek di hati saya. Merasa cocok dengan pare dan di Depok juga masih jarang produk ini. Tapi bahan bakunya banyak di pasar, akhirnya saya putuskan menekuni olahan pare ini. Saya cari pengolahan yang benar baik dari pelajaran di internet hingga pelatihan-pelatihan," kata Mia kepada detikcom akhir pekan lalu.

Menurut Mia, pare adalah bahan makanan yang banyak manfaat namun banyak tidak disukai orang karena pahit. Namun di tangan Mia pare tidak melulu ditumis atau menjadi siomai, juga bisa dijadikan keripik, jus hingga, sambal pare.

Modal usaha yang dirogoh Mia untuk membuka usaha keripik pare ini sebesar Rp 200 ribu untuk membeli bahan baku pare 5 kilogram (kg) dan bahan pelengkap lainnya. Dia menyebut saat produksi pertama keripik langsung habis terjual.

Pare Disulap Jadi Sambal hingga KeripikFoto: Dok. @kedainyotnyot

Namun Mia menyebut omzet yang dikantongi kedai Nyot-Nyot saat ini sudah mencukupi biaya hidupnya sekeluarga. Ia enggan menyebutkan berapa omzet yang bisa dikantonginya tiap bulan. Makanan berbahan dasar pare ini juga sudah dijual ke luar daerah seperti Kalimantan, Batam, Jambi, NTB, Bali, Cirebon, dan Cilacap.

Untuk memastikan jika sambal pare dan keripik ini berkualitas baik, Mia selalu memilih bahan baku yang baik dan segar. Kemudian penanganan bahan dan pengolahan yang benar, memperhatikan kebersihan, hingga produksi yang benar.

Mia menyebut untuk produk olahan pare dibanderol mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 30.000. Harga tergantung varian misalnya sambal sampai keripik.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Mia mengatakan saat awal menjalankan usaha pare ini, banyak orang yang memberikan tanggapan aneh karena bahan baku utamanya.

"Banyak yang aneh, kok pare dibuat keripik. Apa nggak pahit? banyak yang komentar dan tidak mau coba karena takut pahit. Nah dengan ini saya mengedukasi dan menjelaskan tentang si pare ini," jelas dia.

Pare Disulap Jadi Sambal hingga KeripikFoto: Dok. @kedainyotnyot

Selain itu, ada lagi tantangan yang harus dihadapi Mia seperti peralatan yang kurang menunjang. Ketika pesanan banyak tetapi kompor yang ia miliki kurang memadai, sehingga hasil produksi setengah gagal.

Jika sudah begini, produk tidak akan dijual oleh Mia. Selain itu ruang produksi yang sempit dan kekurangan sumber daya manusia (SDM) juga sempat menjadi tantangan. Namun kini Mia sudah berhasil menangani itu semua.

"Nah ada lagi masalah sekarang adalah pesanan turun," jelas dia.

Mia menamakan tempat usahanya Kedai Nyot-Nyot yang terinspirasi dari anaknya yang masih berusia 2 tahun. Saat dia di Timur Tengah ketika musim dingin ada pedagang minuman dan anaknya selalu menyebut nyot-nyot sembari tangannya diletakkan di kuping.

Ini adalah hal lucu untuk Mia. Akhirnya terbesit jika hal tersebut akan dijadikan nama usahanya dengan logo seperti kepala bulat dan di samping seperti ada kuping. Padahal waktu itu Mia mengaku belum memiliki ide usaha yang akan ditekuni.

Jika ingin mencoba produk keripik sampai sambal pare produksi kedai Nyot-Nyot bisa ditemukan di Tokopedia: kedainyot2depok. Facebook: Mia Pare Kriuuk dan Instagram: @kedainyotnyot.

(kil/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT