3 UMKM Skincare Bertahan di Tengah Pandemi dengan Platform Online

Nurcholis Maarif - detikFinance
Selasa, 27 Okt 2020 17:40 WIB
Skincare Bali Alus
Foto: dok. Istimewa
Jakarta -

Merawat diri menjadi aktivitas yang semakin digemari masyarakat di tengah pandemi. Hal tersebut terlihat misalnya dari meningkatnya transaksi pada produk kategori perawatan tubuh yang mencapai lebih dari 2 kali lipat di marketplace Tokopedia.

Namun di balik itu semua ternyata ada inovasi dan adaptasi yang terus dilakukan para penjual skincare, terutama dari kalangan UMKM. Tiga cerita UMKM skincare ini bisa menjadi contoh bagaimana mereka bertahan dan berinovasi di masa pandemi ini.

Bali Alus

Ni Kadek Citra Ekawati menceritakan kecintaannya terhadap bahan alami menjadi awal dan inspirasi dirinya untuk membuat produk perawatan tubuh natural khas Bali yang diberi nama Bali Alus pada tahun 2000.

"Sejak kecil, saya hobi bereksperimen membuat produk perawatan tubuh dengan memanfaatkan bahan alami. Hal ini mendorong saya menciptakan produk kecantikan ramah lingkungan sekaligus melestarikan warisan leluhur," ungkap Kadek dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2020).

Lewat Bali Alus, Kadek memperkenalkan produk perawatan tubuh natural, racikan berbagai tanaman rempah yang berkhasiat, seperti essential oil, scrub atau lulur, body mist dan lain-lain. Menghadapi pandemi, Kadek berinovasi dengan membuat produk kesehatan seperti hand sanitizer dan hand wash untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kadek juga terus memanfaatkan platform digital Tokopedia untuk mempertahankan bisnis khususnya di tengah pandemi. "80% penjualan Bali Alus berasal dari Tokopedia. Saat ini, hampir 3.000 produk telah terjual melalui Tokopedia," tambahnya.

Melalui Bali Alus, Kadek mengatakan turut memberdayakan petani lokal hingga masyarakat sekitar, terutama ibu rumah tangga. Kini ia mempekerjakan sekitar 100 karyawan yang membantu produksi hingga pengemasan.

Embun Natural

Usaha yang dimulai oleh Nadia Bintoro pada 2015 ini berangkat dari keinginan untuk membuat produk natural berkelanjutan sekaligus terjangkau. Komitmen ini mendorong Nadia belajar secara otodidak cara meramu produk perawatan tubuh dari bahan alami.

Saat ini Embun Natural menawarkan berbagai produk perawatan wajah dan rambut, peralatan mandi, essential oil, pengharum badan dan berbagai produk spa.

"Semua produk Embun Natural terbuat dari bahan alami Indonesia, misalnya daun nilam yang merupakan tanaman asli Indonesia atau minyak kelapa dari produsen lokal Bali. Produk kami tidak menggunakan pengawet dan semua hasil buatan sendiri," ungkap Nadia.

Selama ini Nadia memasarkan produk Embun Natural melalui beberapa toko dan hotel di Bali dan Yogyakarta, namun kondisi pandemi menyebabkan berkurangnya kunjungan wisatawan sehingga seluruh produk Embun Natural yang dipasarkan secara offline terpaksa dikembalikan.

"Omzet penjualan offline menurun drastis hingga 50% karena pandemi. Keadaan ini mendorong kami untuk beradaptasi dengan memproduksi hand sanitizer. Embun Natural mengandalkan penjualan online demi memastikan usaha tetap berjalan sekaligus mempertahankan karyawan," ujar Nadia.

"Kanal digital seperti Tokopedia sangat membantu UMKM lokal seperti kami untuk memasarkan produk ke seluruh Indonesia dan juga meningkatkan brand awareness, sehingga permintaan produksi massal untuk produk juga bertambah. Kini penjualan saya perlahan meningkat hingga 40% dan telah menjangkau masyarakat di Jakarta, Riau, Kendari hingga Maluku," tutup Nadia.

Botanica Essential

Mengandalkan resep tradisional dan bermodal minim, Irma Amelia mulai membuat berbagai produk alami perawatan tubuh lewat usaha Botanica Essential pada tahun 2018. Irma mengungkapkan menggunakan bahan alami yang kaya manfaat seperti daun kelor, lemak cokelat, rumput laut dan kopi.

Bahan tersebut didapat dari petani lokal Bali, Sumatera, Kalimantan, Flores hingga Papua. Irma juga menyebut selalu berupaya menggunakan lebih banyak bahan baku yang berasal dari Bali.

"Saya awalnya berkeliling mencari resep tradisional yang sudah puluhan tahun dipercaya ampuh merawat tubuh. Kemudian saya melakukan modifikasi dan mengemas produk secara modern agar lebih diminati masyarakat saat ini," ungkap Irma.

Di awal pandemi, Irma sempat kesulitan mendapatkan bahan baku sehingga terpaksa harus menghentikan kegiatan produksi. Alhasil, penjualan produk Botanica Essential mengalami penurunan hingga 90%. Irma pun mulai mengandalkan platform digital Tokopedia.

"Kehadiran Tokopedia sangat membantu usaha saya tetap berjalan meskipun di tengah pandemi. Kini, pesanan Botanica Essential lewat Tokopedia meningkat hampir 2 kali lipat selama pandemi," ujar Irma.

Irma berharap para pegiat usaha lokal lain, yang bergerak di industri yang sama, bisa terus berjuang dan berinovasi bersama demi melestarikan kegunaan bahan alami khas Indonesia secara digital melalui Tokopedia.

Sementara itu, External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya mengungkapkan Tokopedia terus berupaya #SelaluAdaSelaluBisa dalam mempermudah masyarakat memenuhi kebutuhan hingga menciptakan peluang, melalui kolaborasi dengan mitra strategis, termasuk UMKM Bali.

"Bali Alus, Embun Natural, dan Botanical Essential merupakan contoh pegiat usaha lokal yang menghadirkan produk perawatan tubuh berbahan alami. Mereka adalah bagian dari lebih dari 9,4 juta penjual di Tokopedia yang hampir 100%-nya UMKM," ujarnya.

"Para pegiat usaha ini mempertahankan kelangsungan bisnis di tengah pandemi lewat pemanfaatan teknologi sekaligus berkolaborasi dengan petani lokal demi membantu pemulihan ekonomi daerah," pungkasnya.

(prf/hns)