Ibu Dua Anak Ini Kantongi Rp 50 Juta/Bulan Lewat Olahan Bandeng

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 31 Okt 2020 13:18 WIB
Bandeng Rorod Oleh Oleh Khas Bekasi.
Foto: Dok: Bandeng Rorod
Jakarta -

Yesi Herawati, wanita berusia 46 tahun ini kini merupakan pelaku usaha yang sukses. Kini dia sudah memiliki penghasilan atau omset sekitar Rp 50 juta per bulan berkat jualan makanan ikan bandeng.

Ikan bandeng yang terkenal banyak durinya pun berhasil disulap menjadi pundi-pundi keuntungan. Makanan ikan bandeng yang dijualnya kini tidak lagi memiliki duri dan sekarang menjadi makanan khas oleh-oleh.

Wanita yang sudah memiliki dua anak ini menceritakan awal mula menjalankan usaha makanan ikan bandeng yang diberi nama Bandeng Rorod Oleh Oleh Khas Bekasi. Awalnya, dirinya ingin mencari kesibukan ketika dua anaknya sudah beranjak sekolah dasar (SD).

"Mulai lah saya berjualan, karena memang sejak kecil sudah belajar berdagang dengan orang tua," kata Yesi kepada detikcom, Jakarta, Jumat (30/1/2020).

Bandeng Rorod Oleh Oleh Khas Bekasi.Bandeng Rorod Oleh Oleh Khas Bekasi. Foto: Dok: Bandeng Rorod

Dia mengatakan, ikan bandeng dipilih menjadi usaha utamanya karena sering disajikan dalam acara keluarga. Selain itu, dirinya pun menemukan makanan serupa pada saat pameran kuliner di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Selatan.

"Ketika melihat itu saya berfikir bahwa Bandeng Rorod yang menjadi makanan khas di keluarga kami ini pun pasti bisa dijual jika dikemas dengan bagus," katanya.

Untuk melancarkan idenya, Yesi pun mulai menjual Bandeng Rorod ke tetangga dan teman-temannya pada tahun 2011. Seiring waktu berjalan, bersama sang suami sepakat membuka rumah makan betawi sekaligus mengenalkan Bandeng Rorod kepada orang banyak.

"Hingga akhirnya orang-orang yang datang ke rumah makan kami lebih banyak hanya mencari Bandeng Rorod," ujarnya.

Setelah banyak dikenal, usaha yang dijalankan dengan modal awal Rp 10 juta ini pun semakin banyak penggemarnya. Bahkan hingga luar pulau Jawa. Dirinya pun berinovasi dengan membuat Bandeng Rorod dalam bentuk beku alias frozenfood.

Dengan menyediakan frozenfood, Yesi mengaku saat ini sudah menutup rumah makan betawi dan menjual produknya dengan sistem reseller. Dia mencatat sudah memiliki sekitar 50 reseller di Jakarta-Depok-Tangerang-Bekasi (Jadetabek), beberapa toko oleh-oleh, dan mensuplai produknya ke rumah makan yang ada di Bekasi.

Selain Bandeng Rorod, produk lainnya juga dibuat seperti bakso tahu bandeng, steak bandeng, dan cilok bandeng. Dengan hasil inovasinya itu, kini dirinya berhasil mengantongi omzet yang besar setiap bulannya.

"Kurang lebih Rp 50 juta per bulan," katanya.

Bandeng Rorod Oleh Oleh Khas Bekasi.Bandeng Rorod Oleh Oleh Khas Bekasi. Foto: Dok: Bandeng Rorod

Untuk mencapai pada titik sekarang, Yesi mengaku banyak tantangan yang harus dilaluinya. Dia menceritakan, pada awal menjalankan usaha Bandeng Rorod rela mengerjakan pesanan selama tiga hari tiga malam.

Pekerjaan yang dilakukan adalah menghilangkan duri ikan bandeng secara manual satu per satu untuk pesanan 200 pack Bandeng Rorod. Kini pengerjaan mencabut duri sudah diatasi dengan teknologi yang dibelinya.

Dia pun memberikan tips kepada masyarakat yang ingin menjalankan sebuah usaha. Menurut dia, kunci sebuah kesuksesan berawal dari fokus, menjaga kualitas produk, dan terus berinovasi.

"Harus fokus pada bisnis yang dijalani, tidak mudah pindah ke lain hari," ungkapnya.

Bagi masyarakat yang tertarik ingin mencoba produk Bandeng Rorod bisa langsung pesan melalui media sosial seperti Instagram di @bandengrorofofficial, Facebook di oleh-oleh khas Bekasi bandeng rorod.

(hek/eds)