Pria Ini Kantongi Ratusan Juta per Bulan Jual Batu Akik, Kok Bisa?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 30 Nov 2020 12:13 WIB
Bisnis Batu Akik
Foto: Dok. bacteronlineshop
Jakarta -

Batu akik identik dengan kesan kuno dan zaman dulu alias jadul. Namun, di tangan Aseel Abri, akik menjadi aksesoris yang trendi.

Tak heran, dari penjualan akik ini ia bisa meraup omzet hingga ratusan juta rupiah. Menariknya, bisnis yang ia kembangkan dengan nama Bacter Online Shop ini juga memberdayakan ibu-ibu komplek di sekitar rumahnya.

Pemuda Bekasi kelahiran tahun 1998 ini mulai terjun ke bisnis ini pada tahun 2015. Mulanya, ia hanya berniat untuk membantu ibunya yang kebetulan juga berkecimpung di usaha ini.

"Awalnya cuma niatnya ngebantu ibu saya lihat-lihat, belajar-belajar, juga ada acara komunitas kita ikutin kaya gathering-gathering. Walaupun tua-tua semua yang datang, saya anak muda sendirian, pelan-pelan ngerintis sendiri buka toko sendiri," katanya kepada detikcom seperti ditulis, Senin (30/11/2020).

Tahun 2017, ia benar-benar terjun ke bisnis batu akik ini. Bahkan, ia sampai ke Desa Loloda di Maluku Utara untuk mendapat pasokan batu akik.

"Walaupun ngobrol-ngobrol dari HP tetep juga perlu ke sana karena daerah penambang di sana kalau sudah nggak booming, males penambang," katanya.

Ia pun menjalin relasi yang baik dengan para penambang tersebut, sehingga bahan baku tak jadi masalah.

Lebih lanjut, dalam melepas produknya, Aseel berupaya untuk mengubah paradigma di mana membuat akik menjadi aksesoris yang modern. Misalnya, menjual cincin perempuan dengan batu akik yang kecil.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Ia juga berupaya mengubah paradigma jika harga batu akik mahal. Ia selalu berupaya agar produk yang dijual di bawah Rp 100 ribu.

"Kenapa bisa murah? Karena kita distributor jatuhnya, kita produksi sendiri dan ring kita impor sendiri langsung dari China juga kenapa bisa kasih harga semurah itu," ujarnya.

Ia pun terus mengembangkan produk selain cincin. Beberapa produk yang ia kembangkan seperti kalung, gelang dan lain-lain. Kembali, ia menuturkan, produk yang ia jual mayoritas di bawah Rp 100 ribu.

"Kalau akik di bawah Rp 100 ribu, 60% kaya gelang-gelang kalung cincin di bawah Rp 40 ribu, akik juga di bawah Rp 40 ribu. Sisanya 40% di bawah Rp 100 ribu, Rp 80 ribu, Rp 70 ribu, Rp 90 ribu banyak juga," terangnya.

Barang-barang tersebut ia jual lewat platfoem e-commerce seperti Lazada di Bacter Online Shop dan Shopee di BacterOnlineShop. Aseel mulanya enggan menyebut omzet penjualannya. Namun, ia menuturkan, omzet penjualannya saat ini kurang lebih hingga Rp 100 juta per bulan.

Untuk memenuhi kebutuhan produksi, ia juga memberdayakan ibu-ibu di sekitar rumahnya. Tak jarang, untuk ibu-ibu yang belum mengetahui cara produksinya, ia membantu pelatihan.

"Untuk barang-barang kaya gelang-gelang akik handmade batu dilubangin. Nah awal-awal saya suruh karyawan lama-lama saya pikir ngobrol-ngobrol ibu-ibu ternyata mau. Saya coba oper ibu-ibu mau nggak bikin gelang, satu ibu lanjut BU RT, BU RT sebar temen-temennya sekarang sudah ramai yang bikin. Ya intinya kalau bisa ngebantu lingkungan kenapa nggak," paparnya.

(acd/fdl)