Single Parent Kantongi Rp 200 Juta dalam Sebulan Bisnis Ini

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 01 Des 2020 08:30 WIB
Bisnis Rengginang
Foto: Dok. Mak Cicih
Jakarta -

Menjadi single parent tidak mematahkan semangat Ooy Khadijah untuk terus memenuhi perekonomian keluarganya. Untuk mempersiapkan masa pensiun dari pekerjaannya, dia sudah mulai merintis usaha yaitu makanan ringan khas seperti rengginang dan makanan beku (frozen food).

Usaha yang diberi merek Mak Cicih diambil dari nama orang tuanya. Usaha ini mulai dijalankan pada tahun 2018, jatuh bangun sudah berhasil dilaluinya dan kini dirinya mampu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya. Sebab, omzet yang dikantongi pernah mencapai ratusan juta dalam satu bulan.

"Kerja tapi kerja bukan berarti lebih, hasilnya cukup-cukup saja. Sementara saya punya lima anak dan saya single parent, dan saya mikir harus punya usaha tambahan," kata Khadijah saat berbincang dengan detikcom, Jakarta, Senin (30/11/2020).

Dia menceritakan awal mula menjual rengginang terinspirasi dari anaknya yang gemar menyantap makanan ringan. Wanita asal Sumedang, Jawa Barat ini pun langsung menyulap rengginang dengan berbagai topping atau varian rasa.

Modal awal yang dihabiskan, kata Khadijah kurang lebih Rp 1 juta rupiah. Dana tersebut digunakan untuk membeli bahan baku rengginang, seperti bumbu-bumbu, hingga beras yang dimasak menjadi nasi kering.

Hasil produksi pertamanya, dia jual ke para tetangganya dan mendapat respons bagus. Varian rasa rengginang yang dia jual pun pada saat itu masih original atau sama seperti kebanyakan rengginang yang lainnya. Dirinya pun mencoba untuk menitipkan barang dagangannya di toko-toko yang berada di sekitar Stasiun Depok.

Namun proses penitipan di toko-toko ini kurang berjalan lancar, apalagi dirinya kerap mendapat caci maki lantaran produknya sama seperti produk lain namun harganya lebih mahal. Adapun rengginang Mak Cicih dijual seharga Rp 15.000 sampai Rp 25.000 per pcs.

"Karena rengginang itu banyak yang jual, akhirnya banyak lah cacian, makian, ya seperti itu pengalaman saya. Tapi saya tidak boleh putus asa, kalau putus asa tidak akan bisa dan saya niat mau keluar kerja, karena umur saya waktu itu sekitar 53, tapi saya mau usaha sendiri," katanya.

"Akhirnya cacian, makian, ejekan orang itu saya jadikan sebagai bahan pemacu saya jangan sampai orang merendahkan makanan bangsa, disebut makanan jadul," tambahnya.

Bisnis RengginangBisnis Rengginang dan Frozen Food Foto: Dok. Mak Cicih

Lanjut ke halaman berikutnya>>>

Selanjutnya
Halaman
1 2 3