Saatnya Jadi Bos

Pensiunan Ini Ternak Domba Dapat Rp 300 Juta/Bulan, Mau Ikutan?

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 22 Jan 2021 16:21 WIB
Pensiunan Ini Ternak Domba Dapat Rp 300 Juta/Bulan, Begini Caranya!
Foto: Dok. Pribadi/Ash-Shiddiq Farm
Jakarta -

Bisnis ternak domba mungkin bisa jadi pilihan peluang usaha saat ini. Di Desa Pasir Tengah, Bogor, Jawa Barat, Sudjono (65) menggeluti usaha ini.

Dari sekian banyak bisnis yang sedang tren, Sudjono memilih bisnis fattening (penggemukan) domba yang diberi nama Ash-Shiddiq Farm. Bisnis itu didirikan pada September 2018 untuk mengisi kesibukannya yang mulai pensiun dari pegawai swasta.

"Itu karena saya di usia pensiun ingin cari kegiatan, jadi kalau ternak domba kan tidak terlalu rumit istilahnya, jadi itu yang pengin saya tekuni supaya ada kegiatan di usia senja ini. Terus di situ kan ada unsur ibadahnya ya, kalau kita lihat ternak domba itu pertama kita berniat seperti penjualan akikah atau qurban," kata dia kepada detikcom seperti ditulis Jumat (22/1/2021).

Sudjono menyulap lahan kosong miliknya dengan luas 1 hektare (ha) untuk dijadikan lokasi peternakan yang jaraknya sekitar 3 kilometer (km) dari rumahnya. Awalnya dia membeli sekitar 60 ekor bayi domba lokal setiap satu minggu, hingga beranak-pinak sampai 1.000 ekor per bulannya.

"Saya punya orang-orang yang saya minta untuk mencari di pasar, di petani daerah Sukabumi atau di Pasar Sukabumi biasanya di sana banyak petaninya, atau Cianjur, kadang-kadang Garut, jadi mereka akan hunting dari petani-petani dikumpulkan katakanlah 1 minggu sekitar 60 (ekor) mereka kirim ke kandang saya. Kalau satu minggu 60 (ekor), dalam per bulan itu bisa mencapai 1.000 ekor kan itu diputar setiap minggu mengeluarkan 60 (ekor), masuk 60 (ekor)," jelasnya.

Pensiunan Ini Ternak Domba Dapat Rp 300 Juta/Bulan, Begini Caranya!Pensiunan Ini Ternak Domba Dapat Rp 300 Juta/Bulan, Begini Caranya! Foto: Dok. Pribadi/Ash-Shiddiq Farm

Sudjono menjelaskan prospek bisnis ternak domba sangat menggiurkan untuk jangka panjang, terlihat dari omzetnya yang bisa mencapai Rp 300.000.000 per bulan. Keuntungan didapat dari selisih harga beli Rp 800.000 per ekor untuk domba berumur 5-6 bulan dengan berat 18 kilogram (kg), dan akan dijual ketika umur 8-9 bulan dengan harga Rp 1.150.000 per ekor dengan berat maksimal 25 kg.

"Idealnya cashflow satu bulan Rp 300 juta kita bisa dapat keuntungan untuk karyawan lima orang, untuk kita sendiri. Kita beli yang betina umur 5-6 bulan, nanti kita gemukkan selama 3 bulan atau pada usia 8-9 bulan kita jual, jadi itu ada selisih beratnya sama selisih harganya. Harga jual Rp 46 ribu per kg dengan asumsi bobot domba 20-25 kg setelah 3 bulan fattening," tuturnya.

Biasanya Sudjono berhasil menjual 10 ekor domba per minggu dengan rata-rata 200 ekor domba dalam satu bulan. Di luar momen Lebaran Idul Adha dan untuk akikah, dirinya memiliki pasar setia seperti tukang sate yang tersebar di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) di mana mereka datang langsung ke kandang untuk memilih domba yang akan dipotong di tempat pemotongan hewan resmi.

"Kita sudah mempunyai jaringan pembeli, biasanya yang membeli itu warung-warung sate seperti sate PSK, warung-warung sate lainnya banyak sekitar Jakarta, Bogor, Puncak itu banyak. Jadi mereka sudah tahu kandang saya di sini, jadi selalu berkomunikasi," imbuhnya.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2