Saatnya Jadi Bos

Punya Tas Branded Bisa Jadi Sumber Cuan Belasan Juta Lho, Ini Buktinya

Vadhia Lidyana - detikFinance
Jumat, 05 Mar 2021 15:34 WIB
Gurihnya Bisnis Sewa Tas Louis Vuitton-Prada, Cuannya Belasan Juta Per Bulan!
Foto: Dok. Feni Arista Daniati
Jakarta -

Bergaya dengan tas branded seperti Louis Vuitton, Prada, Gucci, Yves Saint Laurent (YSL) dan sebagainya kini nggak harus beli baru, lho! Ada penyewaan tas branded harian, mingguan, atau bulanan dengan harga yang terjangkau.

Seorang ibu 3 anak yang bernama Feni Arista Daniati (33) menyewakan tas branded, sehingga detikers nggak perlu mengeluarkan uang jutaan rupiah untuk merasakan sensasi menggunakan tas mewah. Feni sudah membuka bisnis sewa tas branded sejak tahun 2016, atau tepatnya sudah berjalan hampir 5 tahun.

"Mulai buka sewa tas branded itu 2016 sudah lama. Mulainya dari perlengkapan bayi dulu, lalu dilanjutkan dengan koper dan tas. Tapi yang terus lanjut tetap tas," kata Feni kepada detikcom, Selasa (2/3/2021).

Feni memang gemar mengoleksi tas branded. Beberapa tahun lalu, ia sempat tinggal di Amerika Serikat (AS), mendampingi suami yang melanjutkan pendidikan di negeri tersebut. Ketika kembali ke Indonesia, ia berpikir untuk membuka usaha yang masih jarang ditemukan di Tanah Air.

"Jadi begitu pulang karena sudah tidak bekerja lagi, di rumah saja, jadi ya cari-cari usaha yang sekiranya di sini belum ada, belum banyak. Akhirnya saya membuka sewa tas," tutur Feni.

Feni menyediakan 20 tas branded yang disewakan mulai dari merek Louis Vuitton (LV), Prada, Gucci, YSL, Tory Burch, Balenciaga, Coach, Fendi, Givenchy, dan MCM.

Gurihnya Bisnis Sewa Tas Louis Vuitton-Prada, Cuannya Belasan Juta Per Bulan!Foto: Dok. Feni Arista Daniati

Biaya sewanya untuk harian dimulai dari Rp 150.000-500.000. Lalu untuk mingguan mulai dari Rp 499.000 sampai jutaan rupiah, dan bulanan biayanya jutaan rupiah. Misalnya untuk tas merek LV Bandouliere 25 Damier Ebene ia sewakan seharga Rp 299.000 per hari, Rp 859.000 per minggu, dan Rp 2.099.000 per bulan.

Kemudian, Gucci Supreme Padlock Small GG Shoulder Bag ia sewakan seharga Rp 200.000 per hari, Rp 629.000 per minggu, dan Rp 1.887.000 per bulan.

Ia mengatakan, bisnisnya ini cukup menguntungkan. Semua biaya yang dikeluarkan untuk membeli 20 koleksi tas branded-nya kini sudah kembali atau balik modal dari pendapatan bisnis sewanya. Padahal, biaya yang dikeluarkan untuk membeli tas branded juga tidaklah kecil.

"Budget tersendiri sih nggak, tergantung yang lagi happening. Yang lagi banyak permintaan, itu yang saya beli. Kalau lagi padat, dan koleksi saya lagi banyak disewakan, saya bisa sampai Rp 50 juta sekali belanja, itu paling dapat 2 item, paling banyak 3 item," urainya.

Beruntungnya, selama pandemi ini ia masih memperoleh keuntungan bersih rata-rata Rp 10 juta per bulan. Namun, keuntungan itu saja sudah turun 50% dari yang biasa ia peroleh per bulan sebelum pandemi COVID-19.

"Per bulan selama pandemi agak turun. Dari 20 item yang tersedia untuk disewakan, hanya 10 item. Jadi masih di rata-rata laba bersih Rp 10 juta per bulan, itu masih dapat," terang Feni.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Ia sendiri berupaya memberikan koleksi tas untuk disewa yang sedang populer atau modelnya yang timeless, atau tak pernah terlihat ketinggalan zaman. "Awalnya saya kalau cari tas kan untuk koleksi sendiri, tapi sekarang memang cari untuk disewakan, tas-tasnya itu yang lagi happening atau modelnya timeless," imbuh dia.

Meski terdengar sangat menguntungkan, bisnisnya ini juga berisiko besar, terutama jika tasnya rusak atau hilang ketika disewa orang. Namun, selama hampir 5 tahun berjalan, ia bersyukur tak pernah mendapatkan pelanggan yang menghilangkan tasnya. Namun, salah satu tasnya pernah hilang ketika diantar oleh ekspedisi. Oleh sebab itu kini ia hanya mengirim dan mengambil menggunakan kurir pribadinya, dan hanya menerima area tertentu.

"Alhamdulillah pelanggan nggak pernah menghilangkan. Tapi kalau hilang pakai ekspedisi pernah, itu ketika saya mau mengirim. Penyelesaiannya diganti sesuai sama kebijakannya ekspedisi. Ya rugi sih memang, makanya sejak itu saya hanya terima area Jakarta dengan kurir pribadi, tidak dengan yang lain. Saya masih terima area Depok dan Tangerang Selatan juga," jelas Feni.

Selama disewakan, tasnya memang beberapa kali ada yang tergores atau ada bagian yang hilang. Namun, untuk tergores masih bisa diperbaiki, dan pelanggan yang menghilangkan salah satu bagian tas-nya mau bertanggung jawab.

"Kalau bagian tas ada yang hilang, bisa dibawa ke butiknya untuk minta diganti apa yang hilang. Pernah ada yang sewa lalu ada bagian tas yang hilang, itu merek Balenciaga, ada button yang hilang, itu bisa dibawa langsung ke store-nya, diganti yang baru, dan dia yang bayar," imbuhnya.

Untuk bisa menyewa tas koleksi Feni, detikers bisa mengunjungi akun Instagram @feniadaniati, dan menghubungi nomor WhatsApp yang tertera di bio-nya.

Adapun persyaratan untuk menyewa tas branded antara lain mengirimkan foto identitas KTP/SIM/paspor, nomor telepon, akun Instagram yang aktif untuk keperluan verifikasi, setuju bertanggung jawab penuh atas kerusakan yang terjadi selama menyewa tas, dan sebagainya.

Feni mengatakan, pada periode libur Idul Fitri, Natal, Tahun Baru, dan libur sekolah biasanya tasnya habis disewa. Di luar waktu tersebut, sekitar 70-80% koleksinya juga disewa.

"Alasan mereka sewa itu terkadang karena bosan dengan tas yang mereka punya, atau ada acara sehingga perlu tas yang sesuai dengan bajunya, atau kalau mereka mau travelling, kebanyakan karena travelling. Lagipula memang rugi kalau beli baru, lalu dijual bekas lagi di sini kan juga harganya jauh banget. Jadi menghindari kerugian, menyewa masih oke," pungkas Feni.

(vdl/ara)