Kisah Mantan Kasir Bangun Bisnis Kuliner Seafood

ADVERTISEMENT

Kisah Mantan Kasir Bangun Bisnis Kuliner Seafood

Yuda Febrian Silitonga - detikFinance
Sabtu, 17 Apr 2021 22:52 WIB
Kisah mantan Kasir bangun bisnis kuliner seafood
Foto: Yuda Febrian Silitonga
Karawang -

Saat berkunjung di Karawang, sepertinya tidak akan lengkap bila tidak berburu kulinernya. Salah satunya, mencoba kuliner makanan laut, atau seafood khas Teh Empop yang sukses menggoyang lidah para pecinta kuliner di Karawang.

Tengku Poppy Utami Dewi atau sering disapa Teh Empop ini, merupakan salah satu Local Heroes atau pahlawan lokal dalam membangkitkan geliat seafood di Karawang. Tidak tanggung-tanggung, ia kini tengah menyiapkan 10 stand seafood, untuk membangun ekonomi para pemuda di Karawang.

"Saat ini saya sudah menyiapkan 10 stand untuk membantu pemuda di Karawang yang memang ingin membangun usaha, atau memang yang tidak memiliki pekerjaan, untuk nantinya diberi pelatihan, dan disiapkan semua kebutuhan menu, dengan konsep sharing profit," katanya saat diwawancari di restonya yang berlokasi di samping Lapangan Karangpawitan, Sabtu (17/4/2021).

Kesuksesan Teh Empop saat ini, tentunya tidak terlepas dari kisah hidupnya yang pelik. Mantan kasir di sebuah perusahan swasta, di Jakarta ini mengakui, kesuksesan saat ini merupakan buah dari bibit kerja keras yang dirawat.

"Di titik ini saya tidak akan pernah melupakan kerja keras untuk membuka usaha ini," katanya

Tahun 1995, ia mulai hijrah ke kota industri dari kampung halamannya di Garut, dan melanjutkan sekolah SMA di Karawang. Setelah lulus, ia kemudian mendapatkan panggilan kerja di sebuah perusahan swasta di Jakarta.

Di Ibu kota, ia bekerja mengelola administrasi keuangan, atau kasir sebutannya. Selama bekerja, ia juga sembari melanjutkan pendidikan.

"Jadi saya kerja sebagai kasir, dan kuliah juga," tuturnya.

Sembari kerja, dan kuliah, ia mulai mencari pendapatan tambahan, dan pada tahun 2017, ia mulai berusaha menjual produk fesyen.

"Saya berpikir, pendapatan kerja sebagai kasir belum cukup untuk membayar kuliah, dan kebutuhan sehari-hari di Jakarta, akhirnya saya putuskan harus bisa usaha, dan tahun 2017 saya mulai usaha baju," terangnya yang saat ini sudah memiliki dua anak.

Di usaha fesyennya, ia sebenarnya sudah sukses membuka butik, namun pada akhirnya ia memutuskan berhenti usaha fesyen, karena ada permasalahan pribadi dalam hidupnya.

"Sebenarnya usaha fesyen itu lumayan berkembang bahkan saya buka butik di salah satu mal di Garut, tapi karena ada masalah, saya memutuskan tidak lanjut usaha fesyen," katanya.

Berakhirnya usaha butiknya, berhenti juga ia melanjutkan kuliahnya.

"Butik saya sudah tidak jalan, dan kuliah juga tidak lanjut," akuinya.

Langsung klik halaman berikutnya.

Dari kegagalannya itu, ia kemudian bangkit kembali, dengan membuka usaha baru yang sesuai dengan kemampuannya. Karena hobinya memasak, pada tahun 2018, ia lalu membuat usaha dengan membuat sajian seafood, karena melihat peluang makanan laut di Karawang yang belum ramai.

"Jadi saya awal itu kenapa seafood karena saya liat di Karawang itu minim orang jual," terangnya.

Sementara untuk bahannya, kata dia, Karawang ini memiliki pesisir laut yang panjang dengan potensi lautnya yang luar biasa. Melihat itu pula, ia berburu bahan baku seafood dari nelayan di Karawang.

"Untuk bahan seafoodnya, kita manfaatkan nelayan di Karawang, karena ternyata Karawang ini memiliki potensi hasil laut yang luar biasa, berbagai hasil tangkapan itu banyak ditangkap di Karawang," terangnya.

Selama membangun usaha itulah, ia mulai bimbang mengatur waktu bekerja, dan memasak. Hingga akhirnya, ia memutuskan keluar dari pekerjaannya.

"Jadi saya sempat dilema, memilih fokus bekerja atau memasak," ungkapnya.

Dari putus pekerjaan, akhirnya ia kerja keras membangun branding produknya dengan jualan online. Berbagai pameran atau bazzar makanan ia ikuti, meski ia sempat kerepotan membawa bahan, dan alat-alat masaknya.

"Jadi dukanya itu, awal mulai bekerja keras memperkenalkan branding saya, terus ikut pameran, bazar makanan, sampai kerepotan bawa alat masak, dan bahan-bahanya, lumayan cukup melelahkan, tapi seru," katanya.

Hingga akhirnya selama dua tahun membangun branding, ia mulai mencari lokasi tempat untuk membuka restoran khas seafood Teh Empop.

Dari restoran itulah, lidah warga Karawang mulai digoyang oleh rasa saus yang berbeda dari seafood biasanya. Dengan bahan-bahan rahasianya, berbagai saus tercipta.

"Kebetulan saya senang makanan khas Indonesia, dan dari dasar menyukai makanan khas Indonesia saya coba buat berbagai saus khas Nusantara untuk dipadukan dengan seafoodnya," tuturnya.

Saat memasuki masa pandemi, usahanya sempat mengalami penurunan omset. Namun, ia tidak pernah menyerah untuk mencari cara, salah satunya dengan menggaet berbagai Influencer, dan youtuber di Karawang.

"Pandemi ini, saya sempat kendur, akhirnya saya coba iklankan produk saya dengan menggandeng Influencer, dan youtuber, Alhamdulillah ada efek yang terasa, sekarang generasi Milenial berdatangan," akuinya.

Di bulan suci Ramadhan, seafood Teh Empop menjadi buruan para pecinta kuliner, hingga setiap harinya tidak kurang pengunjung berdatangan untuk berbuka dengan sajian seafood. Kini, di usia yang menginjak 42 tahun, Teh Empop telah membuka 2 cabang di Karawang, dan memiliki omset hingga ratusan juta perbulan.

"Alhamdulillah, dari hasil kerja keras bisa terasa saat ini, saya bisa dibilang tercukupi dari apa yang saya dapatkan saat ini, hingga bisa buka dua cabang restoran di Karawang," tandasnya.

(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT