Saatnya Jadi Bos

Cari Bisnis di Tengah Pandemi, Mau Coba Ternak Ayam Pelung?

Achmad Syauqi - detikFinance
Rabu, 17 Nov 2021 12:02 WIB
ayam pelung
Foto: Achmad Syauqi/detikcomAyam pelung di rumah Wakhid, Desa Jatipuro, Kecamatan Trucuk, Klaten. (Achmad Syauqi/ detikcom)

Dari sisi pakan, sebut Wakhid, padahal sama dengan ayam kampung karena ayam dewasa cuma 3 kg per bulan per ekor. Hasilnya jauh lebih mahal dari ayam kampung.

"Pakan sama, kita campur nasi, BR dan katul. Ayam kampung paling Rp 60.000 per ekor, sedang ayam pelung Rp 500.000 per ekor," kata Wakhid.

Untuk telur, ujar Wakhid, juga laku dijual Rp 25.000 per butir jika kelebihan di kandang. Untuk yang sudah jadi kategori kontes harga bisa minimal Rp 1 juta.

"Untuk ayam siap kontes minimal harga Rp 1 juta. Kalau yang juara bisa lebih lagi, punya orang Jabar yang juara nasional sampai Rp 60 juta," sambung Wakhid yang menjadi guru MTS itu.

Masa tetas, imbuh Wakhid sama dengan ayam kampung selama 21 hari. Daya tahan penyakit lebih tahan dari ayam kampung.

ayam pelungCari Bisnis di Tengah Pandemi, Mau Coba Ternak Ayam Pelung? Foto: Achmad Syauqi/detikcom

"Lebih tahan penyakit sebab asal dari Jabar, di sana dingin sehingga di sini tahan cuaca. Angka kematian kecil," tambah Wakhid.

Beternak ayam pelung, jelas Wakhid, tidak hanya mendapatkan ayam yang besar dan uang tapi juga kepuasan. Kini di kandangnya hanya dua jantan dan 9 betina.

"Ini sisa dua jantan, 9 betina. Satu betina ini dua bulan sekali produksi atau mengeram, biasanya 7-20 butir," pungkas Wakhid.

Taufik, salah seorang peminat ayam pelung mengatakan ayam pelung punya suara yang khas. Panjang kokoknya bisa 20 detik.

"Kokoknya yang khas , bisa 20 detik. Padahal ayam kampung cuma bisa maksimal 5 detik," kata Taufik kepada detikcom.



Simak Video "Telor dan Madu, Pakan Khusus Agar Stamina Ayam Pelung Terjaga, Cianjur"
[Gambas:Video 20detik]

(ang/ang)