ADVERTISEMENT

Modal Rp 100.000, Bisnis Telur Asin Hasilkan Omzet Puluhan Juta

Elsa Azzahra - detikFinance
Rabu, 15 Des 2021 17:55 WIB
Telur Asin
Foto: Telur Asin (Telur Asin SAE)

Namun seperti bisnis lain pada umumnya, bisnis telur asin Sugeng tak selalu berjalan manis. Telur Asin SAE sempat mengalami penurunan penjualan yang diakibatkan karena pandemi COVID-19, dimana hampir semua pasar di Kota Malang banyak yang tutup dan membuat Sugeng tidak bisa menjual hasil produksinya.

"Sebelum pandemi ini kita bisa produksi 1500 butir, begitu ada pandemi ini semuanya ancur mba, karena semua pasar tutup selama tiga bulan dan tidak laku sama sekali," tutur Sugeng kepada detikcom.

Telur AsinTelur Asin Foto: Telur Asin (Telur Asin SAE)

Telur asin yang sudah lebih dulu diproduksi dan tidak laku dipasarkan akhirnya harus disimpan lebih lama dari biasanya.

Tidak kehabisan cara, Sugeng akhirnya membuat inovasi baru dari telur asin yang sudah terlalu lama disimpan itu, dengan memisahkan kuning telur asinnya saja dan dibekukan dengan harapan kuning telur asin ini dapat dijual kembali.

"Akhirnya saya pikir, kalau begini caranya daripada rusak telur yang sudah siap panen saya pecahi dan saya ambil kuningnya saja lalu saya masukan freezer, dengan harapan nanti suatu saat ini bisa dijual," sambungnya.

Benar saja, setelah dipasarkan di media sosial kuning telur asin ini memiliki banyak peminat, dengan kegunaan yang beragam mulai dari menjadi campuran menu masakan hingga bahan olahan lainnya.

Telur AsinTelur Asin Foto: Telur Asin (Telur Asin SAE)

Kini Telur Asin SAE sudah bisa ditemukan di pasar-pasar tradisional Kota Malang dan di berbagai market place, dengan harga mulai dari Rp 2.500 - Rp 3.000 untuk satu butir telur Asin, Rp 56.000 untuk paket kuning telur asin dan Rp 12.000 per tiga bungkus untuk botok telor asin.

Berkat hasil penjualan yang terus meningkat, kini Sugeng telah meraup omzet bersih hampir Rp 25 juta per bulan dan berkat usaha ini juga Sugeng berhasil menyekolahkan ke dua anaknya, memiliki sebidang tanah, membeli rumah, dan beberapa kendaraan.

Keberhasilan yang dialami oleh Sugeng Suryanto ini tidak lepas dari doa kepada Tuhan YME, keuletan dan pengembangan strategi marketing yang terus disesuaikan dengan zaman, sehingga usaha yang sedang dijalani dapat terus berkembang pesat.


(dna/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT