Wanita Ini Cuan dari Susu Kedelai Murah Meriah, Modalnya Cuma Iseng!

ADVERTISEMENT

Saatnya Jadi Bos

Wanita Ini Cuan dari Susu Kedelai Murah Meriah, Modalnya Cuma Iseng!

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 01 Feb 2022 09:30 WIB
Wanita Ini Cuan Gede dari Susu Kedelai, Modalnya Cuma Iseng!
Foto: Dok. Desoia
Jakarta -

Berawal dari iseng memulai bisnis rupanya bisa berkelanjutan dan meraup cuan jika dijalani dengan sungguh-sungguh. Seperti ibu rumah tangga bernama Happy Rachmasari (37) yang kini jadi pengusaha susu kedelai kemasan dengan produk 'De Soia' sejak 2017.

Sebagai ibu menyusui, saat itu perempuan asal Surabaya ini membuat susu kedelai demi agar Air Susu Ibu (ASI) lancar. Awalnya hanya untuk produksi sendiri, sambil iseng-iseng open pre order (PO) di sosial medianya.

"Waktu itu sebenarnya saya produksi buat sendiri, terus saya iseng-iseng open PO bikin susu kedelai ternyata ada beberapa orang yang mau, dikemas di botol sekalian. Waktu habis itu PO lagi yang kedua kok ada yang mau lagi, terus bikin lebih banyak lagi, akhirnya sampai sekarang," kata Happy saat berbincang dengan detikcom, Senin (31/1/2022).

Sampai sekarang produk susu kedelainya semakin berkembang. Dari awalnya memproduksi 12 botol per hari, kini ibu tiga anak itu bisa memproduksi sampai 60 botol ukuran 250-1.000 ml dibantu satu pegawainya. Dari hanya rasa original, kini terdapat delapan varian rasa berbeda.

Jika ditarik ke belakang, saat itu modal awalnya membuka usaha susu kedelai tidak sampai Rp 200 ribu, sangat kecil-kecilan. Modal yang relatif kecil itu didapatkan dari uang belanja yang disisihkan.

"(Modal) murah banget nggak sampai Rp 200 ribu itu dari sisa-sisa uang belanja yang dikasih suami. Beli kedelainya waktu itu cuma 2 kg kan bikin yang (botol) kecil dulu, sudah sama gulanya, botolnya tanpa stiker waktu itu karena nggak kepikiran untuk dilabeli," tuturnya.

Wanita Ini Cuan Gede dari Susu Kedelai, Modalnya Cuma Iseng!Happy Rachmasari Foto: Dok. Desoia

Dari modal awal segitu, Happy pernah mendapat omzet tertinggi rata-rata Rp 5 juta per bulan. Setelah pandemi COVID-19 paling bisa mengumpulkan Rp 4 juta per bulan, perlahan bisnisnya terus membaik meski disebut belum normal.

"Sebelum pandemi Rp 5 jutaan, sekarang masih sekitar Rp 3-4 jutaan, masih kecil banget. Pandemi orang lebih suka belanja online, terus order yang hangat juga jadi nunggu saya produksi, baru dia mau order," bebernya.

Susu kedelai menjangkau seluruh Indonesia. Berlanjut ke halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT