Sulap Brokoli Jadi Camilan Enak, Omzetnya Bukan Kaleng-kaleng

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 28 Feb 2022 21:30 WIB
Ratu Ngemil Siti Romelah/Dok Ratu Ngemil
Foto: Ratu Ngemil Siti Romelah/Dok Ratu Ngemil
Jakarta -

Brokoli salah satu makanan kaya zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Sayangnya tidak semua orang menyukainya, apalagi anak-anak biasanya sulit mengkonsumsi sayur.

Peluang itu dimanfaatkan oleh warga Boyolali, Siti Romelah (38) yang menghadirkan brokoli dalam bentuk camilan stik sejak 2019 bernama Ratu Ngemil. Di sisi lain berharap taraf hidup para petani brokoli setempat dapat meningkat karena telah diberdayakan.

"Ratu Ngemil berfokus pada produksi makanan ringan berbasis brokoli segar yang terbuat dari bahan-bahan organik dan bersumber lokal. Camilan ini cocok untuk segala usia karena sehat, enak dan disimpan dalam kemasan yang menarik," kata wanita yang akrab disapa Mella saat berbincang dengan detikcom, Senin (28/2/2022).

Berkat inovasi itu, Mella mampu mengembangkan usaha yang bermodalkan hanya Rp 100 ribu. Bisnisnya berkembang hingga pernah merasakan masa kejayaan dengan omzet hingga Rp 15 juta per bulan.

Dikarenakan pandemi COVID-19, omzetnya turun lebih dari 50%. "Ratu Ngemil omzetnya sebelum pandemi di angka Rp 10-15 juta per bulan, tapi semenjak pandemi kami hanya bisa jual antara 300-500 pcs itu paling Rp 3-5 juta," tuturnya.

Untuk penjualan, stik brokoli asal Boyolali itu sudah melanglang buana ke berbagai daerah di Indonesia termasuk Papua, Kalimantan, Sumatera dan kota-kota besar lainnya. Dalam melebarkan sayapnya, Mella menggunakan sistem agen dan reseller yang terbuka bagi masyarakat di berbagai daerah.

Ke depannya, Mella berharap bisnisnya ini makin besar dan dapat diakses lebih banyak masyarakat di banyak daerah. "Rencana kami memperluas penjualan dulu setelah itu baru penambahan produk," ujarnya.

Melly memastikan produk yang dijual ini berkualitas baik karena bebas MSG, pewarna dan perasa. Cara pembuatannya bahan baku utama brokoli di blender dengan bumbu-bumbu, setelah itu dicampur dengan terigu, lalu di cetak menggunakan mesin pasta.

"Saya juga coba penjualan offline dengan cara nitip di pusat oleh-oleh dan rest area di Boyolali. Sedikit-sedikit tapi yang penting bisa jalan," imbuhnya.

Dalam menjalankan usaha di tengah pandemi COVID-19 tidak berarti mulus-mulus saja, kendala pemilik stik brokoli ini adalah keterbatasan modal. Untuk itu, Mella menyarankan bagi yang mau berbisnis tanpa ada pengalaman lebih baik menjadi reseller saja.

"Setelah pandemi ini yang saya rasakan kendalanya modal karena modal sudah habis untuk operasional selama 2 tahun dikarenakan omzet menurun. Untuk itu, tips untuk yang mau memulai usaha saya sarankan jika belum paham benar ilmu marketingnya, mendingan ikut dulu aja yang udah jalan contoh jadi reseller-nya, seperti itu," sarannya.

Menjadi reseller stik brokoli bisa jadi pilihan. Tentu ada harga spesial yang ditawarkan yakni Rp 10 ribu per pcs untuk pembelian 100 pcs, Rp 12.000 pembelian 30 pcs dan Rp 15.000 per pcs untuk harga eceran tanpa minimal order.

Saat ini ada tiga varian rasa stok brokoli yakni original (gurih) dengan nama Si Broo, pedas manis namanya Mbak Broo, dan pedas gurih namanya Mas Broo. Penasaran mau coba camilan sehat brokoli itu? Cek akun Instagram @ratungemil_id untuk pemesanan lebih lanjut.



Simak Video "Kata Eddi Brokoli soal Chef Juna Ditampar Petinggi Klub Motor"
[Gambas:Video 20detik]
(aid/zlf)