Saatnya Jadi Bos

Daun Jati Kering 'Disulap' Jadi Lukisan, Omzetnya Bikin Senyum-senyum

Kholida Qothrunnada - detikFinance
Jumat, 01 Apr 2022 07:30 WIB
Daun Jati Kering ‘Disulap’ Jadi Lukisan, Omzetnya Bikin Senyum-senyum
Foto: Dok. Pribadi

Aji juga menambahkan bahwa daun jati yang dipakai hanyalah daun jati yang sudah kering, dan rontok dari pohonya. Daun tersebut dipilih karena, permukaan daun lebih keras dan kuat dibanding dengan daun yg masih hijau (tumbuh di pohon).

Harga awal ukiran wajah ini (1 gambar wajah) Rp 80.000 (tanpa frame) dan Rp 150.000 (dengan frame, ukuran A4). Pada awal merintis usahanya ini, Aji mendapatkan omzet rata-rata lebih dari Rp 500.000 per bulan.

Untuk saat ini, dengan pengembangan teknik dan detail produk dari daun ukir wajah, harga melonjak menjadi Rp 500.000 hingga Rp 1.500.000 per 1 gambar wajah (sudah termasuk bingkai, ukuran A4-A3+). Namun, sejatinya harga juga akan ditentukan dan disesuaikan dari jumlah gambar wajah dan permintaan sesuai pelanggan.

Per tahun 2022, omzet Aji mengalami kenaikan dari awalnya Rp 500.000 saja, kini bisa mencapai lebih Rp 5.000.000.000 juta per bulan. Aji mengaku adanya pandemi COVID-19 kemarin, berdampak pada usaha seninya ini.

"Waktu awal pandemi memang sedikit menurun, namun perlahan sudah kembali ramai lagi pesanan" jelasnya.

Aji mempromosikan jasa seninya itu melalui media sosial Instagram dan Facebook, hingga platform e-commerce. Untuk saat ini, penerimaan pesanan daun ukir wajah di media daun jati bisa dipesan di setiap saat. Namun, pembuatan hanya akan dikerjakan berdasarkan urutan antrean pemesanan.

Aji mengaku dirinya membutuhkan waktu berhari-hari untuk menyelesaikan satu pesanan daun ukir wajah media daun jati itu.

"Satu pesanan bisa selesai kurang lebih 3-5 hari, jadi bila ada pesanan masuk lagi akan diantrekan untuk dikerjakan setelah pesanan sebelumnya, selesai dengan tenggang waktu yg sama" jelasnya.

Penjualan daun ukir wajah media daun jati ini masih berada di lingkup dalam negeri. Penjualan kebanyakan masih dalam lingkup pulau Jawa. Sedangkan, untuk pengiriman karya daun ukir wajah di luar Jawa, ada di beberapa tempat seperti Bali, Kalimantan, Sulawesi, Sumatra dan Papua.

Ketika ditanya adakah kendala selama melakukan usaha GLC ini, Aji mengaku kendala utamanya adalah dalam pengiriman produk, terutama dalam segi biaya.

"Kendala saat ini mungkin untuk ekspedisi pengiriman produk, sebab beberapa pelanggan yg di luar pulau kayak Sulawesi, Papua. Kan pelanggan pastinya ingin dapat ongkos kirim murah, tapi karena layanan ke daerah pelosok tidak cukup banyak, jadi perlu biaya yg cukup besar juga untuk pengiriman," jelasnya.

Pencapaian paling penting untuk GLC saat ini menurut Aji adalah kepuasan pelanggan. Sebelumnya, karya seni daun ukir wajah Aji juga sempat diapresiasi dan pernah diliput dalam siaran TV nasional. Selain itu, pencapaian Aji dalam karya GLCnya itu juga pernah masuk sebagai nominator dan pemenang dalam kompetisi kriya dan desain dibeberapa kompetisi.

"Dari usaha menjalankan bisnis ini, Alhamdulillah bisa mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, tabungan dan pengembangan kebutuhan studio. Sehingga, hasrat untuk terus mengembangkan karya dan usaha dapat terus berlangsung," ujar Aji.

Aji membagikan tips merintis usaha. Cek halaman berikutnya.