Kisah Eni Bikin Barang Bekas Jadi Berkelas Hingga Tembus Pasar Ekspor

ADVERTISEMENT

Saatnya Jadi Bos

Kisah Eni Bikin Barang Bekas Jadi Berkelas Hingga Tembus Pasar Ekspor

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 04 Apr 2022 21:15 WIB
Kisah Eny Bikin Barang Bekas Jadi Berkelas Hingga Tembus Pasar Ekspor
Foto: Dok. Pribadi

Sosok Perempuan Pengusaha

Menurut Eni perempuan juga berkontribusi untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian nasional. Apalagi saat ini perempuan multitasking bisa melakukan pekerjaan dalam satu waktu.

Karena itu dalam bisnis atau usaha perempuan juga bisa menangkap dan memetakan mana dulu yang harus dikerjakan dan itu adalah kemampuan yang sangat membantu. Menurut dia perempuan juga harus tangguh dalam menghadapi tantangan di depan.

Wanita yang hobi jalan-jalan dan pernak-pernik ini selalu berupaya untuk membagi waktu bekerja dan di rumah. Namun dia tetap untuk memprioritaskan hal penting.

"Kalau saya kuncinya lebih ke diajarkan dan lumayan diketatkan sama suami saya. Pokoknya kerjakan sesuatu pada waktunya, seperti solat dulu nanti Insya Allah urusan lain akan dipermudah," jelas dia.

Mimpi Besar Wastraloka

Dalam membangun Wastraloka, Eni memiliki mimpi besar untuk terkenal di dunia internasional dan produknya menjadi tren di negara lain.

Karena itu dia terus berbenah mulai dari produksi dan kapasitas yang semakin besar hingga membutuhkan workshop atau pabrik yang lebih besar hingga showroom yang lebih tertata.

Selain itu juga ada mimpi untuk membangun divisi sendiri. Sekarang Wastraloka masih mencampur divisi lokal dan ekspor. Nantinya diharapkan dua divisi terpisah ini bisa mempermudah penggarapan produk yang sesuai dengan selera lokal dan selera negara ekspor.

Tahun ini negara tujuan baru untuk ekspor Wastraloka mengarah ke Meksiko dan Kanada. Ada lagi target list untuk ke Paris.

Wanita lulusan Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) ini memberikan nama Wastraloka dari bahasa Sansekerta. Wastra artinya kain tradisional nusantara dan Loka tempat seperti surga. Inspirasinya dia dapatkan ketika masih bekerja.

Saat itu dia juga membuka kamus tesaurus untuk mencari arti-arti nama tersebut. "Terus nemu itu Wastra dan Loka lucu waktu itu. Saya share ke keluarga kok aneh namanya. Tapi akhirnya menemukan benang merah dari nama ini dan jadi identitas yang pas namanya seperti itu," jelas dia.


(kil/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT