ADVERTISEMENT

Saatnya Jadi Bos

Keripik Asal Ciamis Laku Hingga Singapura, Wanita Ini Raup Rp 14 Juta/Hari!

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 30 Jun 2022 06:45 WIB
Keripik Made in Ciamis Laku Hingga Singapura, Omzet Rp 14 Juta/Hari!
Keripik Made in Ciamis Laku Hingga Singapura, Omzet Rp 14 Juta/Hari!/Foto: Dok. Pribadi
Jakarta -

Jawa Barat dikenal bagi sebagian orang dengan camilan pedasnya. Seperti bisnis yang dibangun oleh perempuan asli Ciamis bernama Rini Susilawati atau akrab disapa Rini.

Rini merupakan produsen keripik beling pedas dengan merek Beledag.id. Ia bercerita bahwa produk berbahan dasar singkong ini telah terbang hampir ke seluruh pulau, mulai dari Pulau Jawa, Bali, hingga Kalimantan. Bahkan juga telah terbang paling jauh ke Malaysia dan Singapura.

"Pengiriman sudah hampir seluruh Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa seperti Bali, Wamena paling jauh. Kalau ke luar negeri Malaysia dan Singapura itu juga terima orderan dari platform Shopee ekspor," tuturnya ketika berbincang dengan detikcom, ditulis Rabu (29/6/2022).

Bermodalkan ilmu sendiri, kini bisnis Rini telah berkembang pesat. Sebelumnya hanya produksi di rumah sendiri, kini memiliki tempat produksi khusus. Omzet yang didapat Rini jumlahnya juga bukan main. Rata-rata omzetnya sehari mencapai Rp 10-14 juta per hari.

"Rata-rata (omzet) Rp 10-14 juta per hari itu juga gimana penjualan kadang naik juga kadang turun," lanjutnya.

Meski begitu, pencapaian yang didapatkan Rini tidak semudah itu. Rini bercerita awalnya, setelah lulus kuliah pada 2017, dia bekerja di sebuah perusahaan menjadi bagian administrasi. Namun mengingat jarak dari rumah ke tempat kerja terlampau jauh, akhirnya Rini berpikir untuk berbisnis dengan ilmu semasa di bangku kuliahnya jurusan bisnis.

Keripik Made in Ciamis Laku Hingga Singapura, Omzet Rp 14 Juta/Hari!Keripik Made in Ciamis Laku Hingga Singapura, Omzet Rp 14 Juta/Hari! Foto: Dok. Pribadi

Awal berbisnis, Rini hanya seorang reseller dari sebuah produsen keripik beling. Beberapa bulan bisnis itu ramai, namun terhambat beberapa kendala. Hingga akhirnya memutuskan untuk memproduksi sendiri.

Ketika awal proses memproduksi keripik beling sendiri, Rini mengaku sempat mengalami kerugian sampai 2 juta. Sebab ketika mencoba membuat produk sendiri, prosesnya tidak mudah dan beberapa kali gagal.

"Sempat mengalami kegagalan, kerugian cukup besar sampai Rp 1-2 jutaan. Kan gagal terus, bikin keripik ini, gagal bikin adonannya. Kemudian ya saya saat itu bertekad insyaallah saya nggak mau nyerah mencoba terus hingga hasilnya sempurna dan bisa untuk dijual," ucapnya.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT