ADVERTISEMENT

Contoh Metode Funnel Marketing dan Strategi Penerapannya

Anindyadevi Aurellia - detikFinance
Rabu, 14 Sep 2022 07:50 WIB
Ilustrasi strategi marketing.
Ilustrasi funnel marketing. Foto: Campaign Creators/Unsplash
Jakarta -

Marketing Funnel Digital diartikan sebagai metode yang diambil penjual untuk memenuhi apa yang diinginkan pembeli. Metode ini mampu menarik pembeli yang relevan dengan produk sesuai kebutuhannya. Untuk mempelajarinya, simak info mengenai metode Marketing Funnel berikut.

Pengertian Marketing Funnel Digital

Marketing Funnel Digital adalah strategi pemasaran untuk menargetkan seseorang menjadi pelanggan. Misalnya, sebuah perusahaan sedang menjalankan pemasaran untuk e-commerce untuk menjual produk pakaian. Kemudian seorang calon customer atau pelanggan melihat salah satu iklan kamu untuk pertama kalinya.

Ini menjadi suatu tanda bahwa mereka baru saja memasuki salah satu tahap Marketing Funnel, meskipun mereka belum tahu apa-apa tentang merekmu. Kamu perlu memperlihatkan sebanyak-banyaknya promo terbaikmu dalam waktu yang terbatas agar mereka bergegas membeli sekarang.

Dalam modul How to Build an Effective Digital Marketing Funnel yang disusun oleh Mediatool, Marketing Funnel Digital diartikan sebagai langkah-langkah yang diambil pelanggan untuk memenuhi apa yang diinginkan. Metode ini cukup tricky, sebab hanya mampu menarik pembeli yang paling tertarik dan memenuhi apa yang diinginkan.

Manfaat Marketing Funnel

1. Menetapkan Tujuan

Marketing Funnel Digital memastikan bahwa ada tujuan yang ditetapkan untuk tim pemasaran. Marketing Funnel Digital membantu menetapkan target realistis yang ingin dicapai melalui kampanye, promo, atau iklan pemasaran yang terencana dan matang.

2. Mengukur Pertumbuhan

Dalam mengukur pertumbuhan merek, membangun popularitas, dan memperkenalkan merek, tahapan Marketing Funnel adalah sesuatu yang penting. Melalui perkembangan Marketing Funnel, kamu bisa mendapatkan gambaran tentang audiens kamu saat ini, serta pertumbuhan dan dampak yang diperoleh oleh merek dagangmu.

3. Mencerminkan Pengalaman Pengguna

Marketing Funnel melakukan pekerjaan untuk mencerminkan 'journey' atau pengalaman yang dirasakan pembeli, serta kesan yang dibuat oleh merek tersebut. Dari perspektif pemasaran, ini membantu merek menetapkan pedoman dan target yang harus dicapai. Berbeda dengan pemasaran zaman dulu, Marketing Funnel memperhitungkan interaksi konsumen dengan pengalaman usai melakukan transaksi pembelian.

Tujuan Penerapan Marketing Funnel Digital

1. Memperoleh Pelanggan

Marketing Funnel Digital adalah strategi untuk menarik calon pelanggan hingga mereka menjadi pembeli produkmu. Supaya berhasil, kamu perlu memahami segmentasi audiens agar iklan konten dan pesan yang kamu coba sampaikan bisa tepat sasaran.

2. Menyasar Audiens

Agar mampu menyasar audiens dengan optimal, kamu perlu melakukan strategi pemasaran melalui mesin pencarian atau SEO. Seperti menarik pelanggan potensial dengan blog, infografis, website, untuk menjangkau audiens yang memang tertarik dengan produkmu. Kamu dapat menargetkan mereka dengan iklan Google atau pemasaran lain yang menyajikan pesan menarik, agar mereka terpengaruh dan bisa membawa keuntungan.

3. Mengenalkan Produk

Marketing Funnel bisa mengenalkan produkmu pada calon konsumen. Mungkin mereka belum mengenal dan tidak akan langsung membeli, namun suatu saat jika membutuhkannya, mereka akan mengingat iklanmu. Jadi, buatlah strategi marketing sebaik mungkin!

Tahapan Penerapan Marketing Funnel Digital

Marketing Funnel Digital memiliki beberapa tahap berbeda. Meskipun secara tradisional ada 5 tahap, model ini menggambarkan perjalanan pembeli dengan sangat rinci dan juga membantu penjual lebih memahami perilaku konsumen. Sehingga mereka dapat memasarkan produk yang sesuai. Berikut tahapannya:

1. Keterlibatan

Fase keterlibatan maksudnya terlibat dalam merancang berbagai iklan. Seperti merancang strategi pemasaran untuk memasang iklan di berbagai platform. Selain itu, penting untuk memastikan konsumen mengenal merek yang dikenalkan dan memiliki pengalaman positif terkait dengan produkmu.

2. Riset

Selama fase riset, konsumen mencari solusi dan meneliti berbagai cara produk apa yang mampu menjawab kebutuhan mereka. Saat melakukan ini, mereka juga mencari manfaat dari produk dan solusi yang ditawarkan oleh beragam produk yang ada. Pada tahap ini, berbagai produk akan dilihat, ini akan jadi kesempatan bagi merek dagang untuk memberi kesadaran produk atau layanan.

3. Evaluasi

Selama tahap evaluasi, produk yang telah diriset tadi akan dinilai dan masuk ke analisis spesifik, fitur, bahkan cara kerja. Secara umum, mereka mencari alasan untuk membeli produk tertentu berdasarkan kebutuhannya. Maka ini akan berhubungan dengan segmen pendapatan atau preferensi pribadi. Proses evaluasi bersifat subjektif dan sepenuhnya bergantung pada kepribadian konsumen.

4. Transaksi

Ini adalah tahap adanya tindakan konsumen terjadi. Terdapat pembelian atau pembelian produk yang dilakukan. Dalam Marketing Funnel, tahap ini adalah salah satu tujuan utama.

5. Konsumsi

Ini adalah tahap konsumen dapat menggunakan produk secara langsung. Pada tahap inilah konsumen mulai memahami kegunaannya. Dalam konsumsi produk, konsumen kemungkinan akan membeli kembali atau terus menggunakan produk untuk jangka waktu yang berkelanjutan.

6. Kepuasan

Fase ini menunjukkan konsumen mulai memutuskan apakah mereka senang dengan produknya dan apakah kebutuhannya terpenuhi. Fase ini membantu konsumen melihat apakah merek ini punya kualitas produk yang mampu memecahkan masalah.

7. Ekspansi

Selama tahap ini, konsumen terbuka untuk membeli produk tambahan dari merek yang sama. Secara umum, ketika konsumen melihat sebuah merek dapat dipercaya maka akan mudah membangun komunikasi dengan konsumen loyal tersebut.

8. Advokasi

Ini adalah tahap akhir dari saluran pemasaran digital modern. Pada tahap ini, kepercayaan pelanggan dibangun dan pelanggan sendiri menjadi brand ambassador pemasaran produk. Fase advokasi memungkinkan konsumen untuk memberikan nilai dan loyalitas merek hingga mereka membantu memasarkan produkmu dengan lebih luas.

Strategi Marketing Funnel Digital

Laman Elle Education menjelaskan Marketing Funnel Digital adalah proses strategis yang menunjukkan perjalanan pelanggan dari saat mereka 'bertemu' dengan produkmu secara online, hingga terjadi pembelian produk atau layananmu.

Marketing Funnel Digital mempertimbangkan langkah-langkah atau tahap pelanggan, untuk mengidentifikasi jenis stimulus yang dibutuhkan klien dan mengarahkan mereka ke konten yang berguna untuk membantu keputusan pembelian. Strateginya sebagai berikut:

Pertimbangkan cara terbaik untuk menarik perhatian pelanggan, pertama untuk menghasilkan traffic online dan menciptakan kesadaran merek. Kamu harus meneliti topik apa yang relevan dengan audiens yang ditargetkan, seperti kebutuhan, tujuan, minat, keinginan, dan masalah.

Setelah kamu mengidentifikasinya, jadilah kreatif untuk mengembangkan konten hingga mampu menarik mereka ke merek dagangmu.

1. Menarik Minat

Jadilah informatif, jangan malu untuk memberikan semua konten untuk menarik minat pembeli. Jika kamu sudah menarik perhatian pelanggan, kamu perlu memberi informasi lengkap produkmu.

2. Menjadi yang Pertama

Pada tahap ini, orang membandingkan dengan produk pesaing. Kamu harus mencoba untuk menjadi yang teratas dalam pilihan mereka. Kamu harus memproyeksikan merek sesuai keinginan, menunjukkan kepada mereka bagaimana produkmu dapat memenuhi kebutuhan mereka, dan menggambarkan merek dengan cara terbaik.

3. Pastikan Ada Transaksi

Pastikan pelangganmu membuat transaksi, atau tergiur dengan penawaran yang ditawarkan. Seperti klik, langganan, hingga pembelian. Marketing Funnel Digital berguna untuk "mengubah" pengguna atau pengunjung menjadi pelanggan di e-commerce.

Tujuan utama dalam langkah ini yakni menghasilkan kunjungan dan traffic ke e-commerce atau platform penjualan digital kamu. Kemudian memastikan pengunjung terpikat dan tertarik dengan sesuatu yang mereka temukan.

Berikan informasi dan cara untuk mengevaluasi produkmu. Saat mereka melakukan pemesanan, pandu mereka melalui proses yang mudah untuk menyelesaikan pembayaran. Terakhir, ikat klien ke situs web atau platform sosial untuk mendorong pembelian berulang.

Marketing Funnel membantu kamu mempromosikan dan menjual produk layanan menggunakan taktik pemasaran seperti konten digital, pemasaran media sosial, pemasaran online, dan pemasaran melalui email.

Contoh Marketing Funnel Digital

Contoh Marketing Funnel Digital pemasaran digital untuk toko e-commerce yang menjual skincare:

1. Ketahui audiensmu adalah pengguna Instagram, perempuan dan laki-laki berusia antara 18-25 tahun.

2. Kamu menjalankan iklan Instagram dengan unggahan yang menarik, cheerful, dan menggunakan lagu atau tampilan yang relevan dengan usia tersebut.

3. Iklan akan mengarahkan pengunjung untuk mengikuti laman Instagrammu.

4. Kamu memiliki audiens dengan segmentasi yang berbeda-beda.

5. Tawarkan kupon 10% atau promosi-promosi yang menarik saat mereka melakukan pembelian pertama.

6. Pelanggan akan menggunakan kupon dan membeli produkmu.

7. Pertahankan keberadaan mereka sebagai pelanggan tetap. Pastikan mereka puas dengan produknya.

Nah detikers, itulah informasi lengkap mengenai metode Marketing Funnels. Apakah kamu sudah memahaminya? Semoga informasi ini membantu, ya!



Simak Video "Gen Z Hati-hati! Ada Resesi"
[Gambas:Video 20detik]
(aau/row)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT