Equity Adalah: Pengertian, Jenis, dan Cara Hitungnya

ADVERTISEMENT

Equity Adalah: Pengertian, Jenis, dan Cara Hitungnya

Rully Desthian Pahlephi - detikFinance
Selasa, 04 Okt 2022 06:00 WIB
Ilustrasi equity.
Foto: m./Unsplash
Jakarta -

Equity adalah salah satu istilah yang sangat berkaitan dengan dunia akuntansi dan finance. Di dalam ilmu akuntansi, kita mengenal bahwa persamaan aktiva terdiri dari hutang dan juga equity.

Equity merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam dunia finance. Istilah ini merupakan salah satu faktor yang menjadi pertimbangan seseorang ketika akan berinvestasi pada suatu perusahaan.

Dalam artikel ini, akan dijelaskan tentang equity, mulai dari pengertian, jenis, hingga komponennya. Untuk mengetahuinya lebih dalam, mari simak penjelasan berikut ini.

Apa Itu Equity?

Equity adalah hak pemilik atas aset sebuah perusahaan setelah mendapat pengurangan dari berbagai kewajiban atau liabilitas. Dilansir dari buku Teori Akuntansi yang ditulis oleh Nelly Ervina, dkk, pengertian equity adalah hak pemilik dalam perusahaan, yaitu aktiva dan kewajiban yang ada. Dengan demikian, equity bukan merupakan ukuran nilai jual dari suatu perusahaan.

Pengertian equity mengesankan bahwa equity adalah sumber pendanaan dari berbagai sumber selain utang. Sejumlah uang tersebut akan dikembalikan kepada pemegang saham suatu perusahaan jika seluruh aset perusahaan dicairkan dan seluruh hutang perusahaan dibayar.

Selain penarikan yang dilakukan oleh pemilik saham, equity juga bisa berkurang karena kerugian yang dialami oleh perusahaan. Equity bisa menjadi nilai yang negatif atau defisit ketika jumlah kewajiban lebih besar daripada jumlah aset yang dimiliki perusahaan.

Nilai equity dari perusahaan akan dilaporkan dalam neraca perusahaan yang akan menggambarkan kondisi keuangan suatu perusahaan. Jika perusahaan selalu menunjukkan nilai equity yang negatif, maka keuangan perusahaan tersebut tidak sehat.

Untuk mengetahui cara menghitung nilai equity, ada beberapa hal penting yang perlu diketahui, yaitu:

  • Besaran total aset perusahaan pada periode tertentu
  • Total liabilitas (kewajiban) perusahaan pada periode tertentu
  • Setelah aset dan liabilitas ditemukan, maka equity adalah total pengurangan aset dengan liabilitas.

Berikut adalah rumus cara menghitung equity:

Equity = Aset (Aktiva) - Liabilitas (bebas)

Ketika menjalankan bisnis, setiap pelaku bisnis harus memiliki wawasan mengenai equity. Wawasan ini penting agar perusahaan mampu berjalan dengan baik dan memiliki keuangan yang sehat.

Jenis-jenis Equity

Dilansir dari Groww, equity memiliki beberapa jenis. Berikut adalah penjelasannya.

1. Shares (Saham)

Jenis pertama dari equity adalah saham atau shares. Saham merupakan sejumlah uang yang akan dikembalikan kepada pemegang saham ketika seluruh aset yang dimiliki terkena likuidasi dan hutang telah dibayar.

Nilai dividen yang dimiliki oleh seorang pemilik usaha akan dibagi dengan pemegang saham. Hal ini terjadi karena dividen itu merupakan hasil investasi dari modal yang telah dikeluarkan pemegang saham di awal.

2. Equity Mutual Fund (Reksa Dana Saham)

Equity mutual fund adalah suatu jenis reksa dana yang menginvestasikan minimal 80% dari aset dalam bentuk saham. Hasil yang didapatkan dari investasi bersumber dari selisih kenaikan atau penurunan harga jual beli saham-saham perusahaan.

3. Large Cap Equity Funds

Large cap equity funds adalah suatu jenis investasi yang menginvestasikan sebagian besar aset untuk dikelola manajer investasi. Perusahaan yang termasuk dalam kategori ini biasanya merupakan perusahaan yang sudah memiliki reputasi yang baik.

4. Mid Cap Equity Funds

Mid cap equity funds adalah jenis investasi ketika seorang investor menanamkan modalnya di perusahaan menengah. Perusahaan-perusahaan ini memiliki biasanya memiliki pertumbuhan yang baik dan berpotensi untuk menjadi perusahaan besar.

5. Small Cap Economy Funds

Small cap economy funds adalah jenis investasi yang membuat investor akan menanamkan modalnya di perusahaan kecil. Perusahaan-perusahaan ini memiliki capital market yang rendah.

Komponen-komponen Equity

Adapun komponen-komponen equity terdiri dari:

1. Modal Setoran

Modal setoran terbagi menjadi dua, yaitu modal yuridis dan juga modal setoran lain. Modal yuridis atau yang dikenal juga dengan sebutan Legal Capital, muncul karena terdapat ketentuan hukum yang mengharuskan sejumlah dana yang dipertahankan perusahaan untuk perlindungan terhadap pihak lain. Sementara itu, modal setoran lain sering dikenal juga dengan sebutan pain-in surplus atau stock.

2. Laba Ditahan

Laba ditahan adalah keuntungan yang ditahan atau keuntungan yang tidak dibagi, yaitu hasil untung bersih dari operasional tetapi keuntungannya tidak diambil oleh pemegang saham. Keputusan laba ditahan merupakan suatu keputusan yang diputuskan oleh pemilik perusahaan.

3. Penyesuaian Modal Belum Terealisasi (Unrealized Capital Adjustment)

  • Kerugian portofolio yang belum direalisasi untuk efek non-pasar (unrealized portofolio losses for non-market securities)
  • Selisih kurs yang belum direalisasi dan rugi (unrealized foreign exchange gains and losses)
  • Modal sumbangan (donated capital)

Dari pemaparan di atas, dapat kita simpulkan bahwa equity adalah kepemilikan atas nilai suatu perusahaan, baik itu berupa uang atau aset lainnya yang bisa didapatkan dengan mencari selisih antara nilai aset dengan berbagai kewajiban. Itu dia pembahasan mengenai equity, semoga artikel ini bisa membantumu untuk memahami equity.



Simak Video "Kelesuan Pasar Global Sebabkan PHK Massal Industri Padat Karya"
[Gambas:Video 20detik]
(khq/fds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT