Usaha Kecil Jangan Sampai Bangkrut, Begini Jurusnya

ADVERTISEMENT

Usaha Kecil Jangan Sampai Bangkrut, Begini Jurusnya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 14 Okt 2022 16:27 WIB
Businessman hand choose wooden blog with franchise marketing store icons for concept of business growth and branch expansion.
Foto: Getty Images/iStockphoto/eakrin rasadonyindee
Jakarta -

Usaha mikro kecil menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Karena itu UMKM juga perlu melek digital.

Pelaku UMKM juga diharapkan bisa memaksimalkan bisnis dan usaha yang mereka kembangkan. CEO PT Esensi Solusi Buana Goenawan Woen mengatakan apalagi saat ini pemerintah sedang menggenjot konsep Smart City, karena itu butuh dukungan dari UMKM dan juga perusahaan teknologi yang memiliki ekosistem dan teknologi yang mumpuni.

Gunawan menjelaskan perseroan memiliki misi untuk mewujudkan digitalisasi UMKM sektor kuliner. Indo Smart City 2022 menjadi salah satu program untuk mengedukasi dan menggandeng pelaku UMKM di Kota Solo dan kota lainnya.

Bersama sejumlah mitra kuliner, tidak hanya menghadirkan edukasi terkait ekosistem teknologinya ESB POS, ESB POSLite, ESB Order, ESB KiosK, ESB Core (sistem ERP) dan ESB Goods.

Gunawan menjelaskan bahwa melalui kolaborasi yang bersinergi antar ekosistem yang ESB miliki, pelaku UMKM dapat mempunyai tata kelola bisnis yang jauh lebih efektif dan efisien dalam hal operasional, maupun keuangan, hingga meningkatkan pengalaman dan kualitas pelayanan pelanggan.

Tidak hanya itu, untuk membantu UMKM bangkit dan naik kelas di situasi paska pandemi saat ini, ESB telah menyiapkan sejumlah dukungan dan langkah melalui ekosistem teknologi yang dibawa.

Gunawan mengatakan bahwa di era disrupsi teknologi saat ini, semua pihak sedang bergandeng tangan meningkatkan indeks literasi digital di Indonesia. Indeks ini juga akan menjadi kunci untuk pelaku UMKM dapat memperluas skala usaha mereka dan melakukan tata kelola manajemen, operasional hingga keuangan yang jauh lebih efisien.

"Edukasi tidak hanya datang dari ESB saja, namun juga dari sejumlah mitra yang telah berhasil meningkatkan skala usaha mereka setelah menikmati integrasi teknologi yang kami berikan. Dengan portofolio ini dan juga sejumlah program menarik yang kami berikan, kami berharap dapat mendorong pelaku UMKM untuk saling bantu dan mewujudkan pelaku-pelaku UMKM yang serba bisa di bidangnya," jelas Gunawan, ditulis Jumat (14/10/2022).

Ajakan kolaborasi ini dibawa oleh ESB dengan melihat kesuksesan dan pengaruh positif yang telah terbukti di sejumlah pemain besar. Gunawan yakin besarnya kolaborasi yang terjadi di sepanjang acara ISC 2022 ini akan dapat banyak membantu mewujudkan kemajuan ekonomi digital yang inklusif di Indonesia.

Dia menyampaikan apresiasi infrastruktur teknologi yang dibawa ESB dalam mewujudkan konsep Smart Food Court di ISC 2022. Hal ini menjadi satu kolaborasi yang dapat mendukung kemajuan UMKM sektor kuliner di kota Solo.

Hingga saat ini, tercatat ada lebih dari 2.000 pelaku UMKM sektor kuliner dari sekitar 3.600 UMKM yang kami miliki. "Besarnya angka pelaku UMKM kuliner saat ini menjadi misi bagi kami untuk dapat secara bertahap meningkatkan digitalisasi UMKM di kota Solo," kata Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan UMKM Dinas Koperasi, UKM Perindustrian Kota Surakarta Rini Indriyani.

ESB sendiri hingga kuartal 3 2022 ini telah berhasil menggandeng lebih dari 8,000 merchant tergabung dalam ekosistem kami. Merchant ini tidak hanya datang dari Jabodetabek dan Solo, namun juga dari kota besar lainnya, seperti Surabaya, Semarang, Yogyakarta dan Bali.

"Melalui acara ini, kami berharap dapat mewujudkan kerjasama mitra yang lebih banyak lagi dengan sejumlah pelaku bisnis dan usaha di kota-kota besar lainnya. Hal ini juga diharapkan dapat membantu dan mendukung rencana pemerintah dalam mewujudkan konsep Smart City di seluruh Indonesia," ujar dia.

(kil/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT