Cara Menghitung Pendapatan Per Kapita dan Contoh Soalnya

ADVERTISEMENT

Cara Menghitung Pendapatan Per Kapita dan Contoh Soalnya

Bayu Ardi Isnanto - detikFinance
Selasa, 18 Okt 2022 14:08 WIB
Penukaran uang Rupiah yang baru di Surabaya
Foto: Faiq Azmi/detikJatim
Jakarta -

Barometer kesejahteraan suatu negara salah satunya dapat dihitung dari angka pendapatan per kapita. Apa itu pendapatan per kapita dan bagaimana cara menghitungnya? Simak penjelasan berikut ini.

Apa Itu Pendapatan Per Kapita?

Dikutip dari Pemprov DI Yogyakarta, pendapatan per kapita diartikan sebagai ukuran jumlah uang yang diperoleh tiap orang di suatu negara atau wilayah geografis. Angka tersebut dapat digunakan untuk menghitung pendapatan rata-rata per orang untuk suatu daerah. Pendapatan per kapita dihitung untuk mengevaluasi standar hidup dan kualitas hidup penduduk.

Sementara dalam sumber lain, disebutkan bahwa pendapatan per kapita adalah jumlah atau nilai barang dan jasa rata-rata yang tersedia bagi setiap penduduk dalam suatu negara pada suatu periode tertentu. Pendapatan per kapita juga disebut sebagai nilai perbandingan pendapatan rakyat dari besarnya pendapatan nasional dengan jumlah penduduk.

Dengan mengetahui angka pendapatan per kapita, dapat diamati apakah kesejahteraan masyarakat pada suatu negara secara rata-rata telah meningkat. Angka tersebut juga menunjukkan apakah pembangunan yang telah dilaksanakan oleh pemerintah telah berhasil, serta seberapa besar keberhasilan itu, dan dampak apa yang ditimbulkan oleh peningkatan tersebut.

Fungsi Pendapatan Per Kapita

Seperti yang dijelaskan di atas, pendapatan per kapita pada intinya ialah untuk mengukur tingkat kemakmuran penduduk suatu negara, maka pendapatan per kapita dihitung secara periodik, biasanya satu tahun, untuk mengetahui adanya pertumbuhan positif atau negatif. Dilansir dari buku Ekonomi Jilid 1 yang disusun Alam S, berikut adalah empat fungsi penghitungan pendapatan per kapita.

1. Perbandingan Tahunan

Setiap tahun, Badan Pusat Statistik (BPS) mengeluarkan data pendapatan per kapita untuk membandingkan kesejahteraan masyarakat dari tahun ke tahun. Pendapatan per kapita tidak selalu naik, namun sesuai dengan keadaan lainnya, seperti sosial, politik dan ekonomi.

Dari data BPS, dapat dilihat bahwa pendapatan per kapita Indonesia pada ummunya selalu naik perlahan dari tahun ke tahun. Namun pendapatan per kapita Indonesia pernah turun, misalnya tahun pendapatan per kapita tahun 1996 sebesar Rp2.102.000,00. Namun, pada tahun 1999, pendapatan per kapita Indonesia turun menjadi Rp1.761.108,50. Penyebabnya ialah terjadi pergolakan politik dan krisis ekonomi berkepanjangan yang melanda Indonesia sejak tahun 1997.

2. Pembanding dengan Negara Lain

Pendapatan per kapita juga dihitung sebagai data perbandingan tingkat kesejahteraan suatu negara dengan negara lain. Seperti dicontohkan dalam sumber tersebut, pendapatan per kapita Singapura pada 2005 sebesar US$29.470, sedangkan Indonesia US$1.184.

Dari data tersebut, bisa dilihat bahwa pendapatan per kapita Singapura 26 kali lebih besar daripada pendapatan per kapita Indonesia. Dengan demikian, dapat diartikan bahwa tingkat kesejahteraan rakyat Singapura jauh lebih tinggi daripada kesejahteraan rakyat Indonesia.

3. Pembanding Standar Hidup

Dengan mengukur pendapatan per kapita, kita akan mengetahui tingkat standar hidup suatu negara dengan negara lainnya. Pendapatan per kapita ini menjadi dasar untuk menyimpulkan apakah standar hidup masyarakat suatu negara rendah, sedang, atau tinggi.

4. Dasar Pengambilan Kebijakan

Pada akhirnya, angka pendapatan per kapita ini digunakan pemerintah untuk mengambil kebijakan di bidang ekonomi. Pendapatan per kapita dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil langkah agar masyarakatnya semakin sejahtera.

Cara Menghitung Pendapatan Per Kapita

Pada dasarnya, pendapatan per kapita adalah perbandingan antara pendapatan nasional dengan jumlah penduduk suatu negara di waktu yang sama. Maka cara menghitung pendapatan per kapita, yakni menghitung pendapatan nasional dibagi jumlah penduduk.

Pendapatan nasional bisa diketahui melalui tiga pendekatan. Pertama pendekatan produksi (menambahkan seluruh produksi dari tiap sektor), kedua pendekatan pendapatan (upah, sewa, bunga, laba), dan ketiga adalah pendekatan pengeluaran (setiap pengeluaran yang dilakukan penerima pendapatan, seperti pengeluaran rumah tangga, pengeluaran produsen, hingga pengeluaran negara).

Berikut ini rumus untuk menghitung pendapatan per kapita:

Pendapatan Per Kapita = (Pendapatan Nasional)/(Jumlah Penduduk)

Lalu berapa pendapatan per kapita Indonesia? Dikutip dari modul pembelajaran di laman Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Bank Dunia telah melakukan assessment pada tahun 2020, bahwa pendapatan per kapita Indonesia tahun 2019 naik dari US$ 3.840 menjadi US$ 4.050. Status Indonesia pun naik dari lower-middle income country menjadi upper-middle income country per Rabu 1 Juli 2020.

Contoh Soal 1

Berikut contoh soal yang dikutip dari modul pembelajaran di laman Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi:

SOAL

Negara Kuratama pada tahun 2019 memperoleh GNP sebesar Rp 400 triliun, penduduk negara tersebut pada tahun yang sama sebesar 80 juta jiwa. Berapa pendapatan per kapita negara Kuratama pada tahun 2019?

JAWABAN

Pendapatan Per Kapita adalah membagi GNP dengan jumlah penduduk, sehingga Pendapatan Per Kapita = Rp 400 triliun/80 juta penduduk = Rp 5.000.000,00. Artinya, rata-rata setiap penduduk memiliki pendapatan Rp 5 juta.

Contoh Soal 2

SOAL

Pada tahun 2019, PDB Negara A sebesar Rp 800.000.000 dan Negara B sebesar Rp 1.000.000.000. Pada tahun tersebut jumlah penduduk Negara A sebesar 200 ribu jiwa dan Negara B sebesar 400 ribu jiwa. Bandingkan pendapatan per kapita Negara A dengan Negara B?

JAWABAN

Pendapatan per kapita Negara A = Rp 800.000.000 / 200.000 jiwa = Rp 4.000 per orang.
Pendapatan per kapita Negara B = Rp 1.000.000.000 / 400.000 jiwa = Rp 2.500 per orang.
Artinya, pendapatan per kapita Negara A lebih besar daripada Negara B.

Nah itulah tadi penjelasan mengenai pendapatan per kapita beserta fungsi dan cara menghitungnya. Semoga bermanfaat buat detikers.



Simak Video "Ngobrol Pintar Brilianpreneur 2022 Episode 4"
[Gambas:Video 20detik]
(des/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT