Cara Menghitung Dividen Bagi Investor Pemula

ADVERTISEMENT

Cara Menghitung Dividen Bagi Investor Pemula

Bayu Ardi Isnanto - detikFinance
Jumat, 21 Okt 2022 10:51 WIB
Ilustrasi laporan laba rugi.
Ilustrasi pembagian dividen. Foto: Austin Distel/Unsplash
Jakarta -

Setiap perusahaan pasti mencari keuntungan dalam bisnisnya. Dalam perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas (PT), sebagian laba akan dibagikan kepada pemegang saham atau yang disebut dividen. Nah, dividen ini dapat dihitung dengan beberapa cara. Yuk simak cara menghitungnya.

Apa itu Dividen

Secara garis besar, dividen adalah keuntungan dari kepemilikan saham perusahaan Perseroan Terbatas (PT). Dilansir dari laman IAIN Kediri, dividen diartikan sebagai pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham yang sebanding dengan jumlah lembar saham yang dimiliki.

Namun keuntungan perusahaan tak selalu dibagi kepada pemegang saham. Laba mungkin tidak dibagi dengan alasan jumlah yang sangat kecil, atau karena digunakan untuk kepentingan pengembangan perusahaan. Keputusan ini diambil melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Bagaimana Cara Kerja Dividen?

Perusahaan akan mendapatkan keuntungan atau kerugian dari penjualan dalam periode tertentu. Jika perusahaan untung, maka ada kemungkinan laba dibagi secara merata kepada pemegang saham sesuai besarnya lembar saham yang dimiliki. Besarnya laba yang diperoleh pemegang saham inilah yang disebut dividen.

Namun apabila laba tidak dibagi, pemegang saham memiliki capital gain. Pemegang saham akan untung jika nilai saham perusahaan tersebut mengalami kenaikan. Jika saham dijual ketika harga naik, maka pemegang saham mendapatkan keuntungan. Dan sebaliknya, jika saham anjlok kemudian saham dijual, maka akan mendapatkan kerugian.

Cara Menghitung Dividen

Setidaknya ada lima cara penghitungan kemampuan perusahaan berdasarkan dividen, yaitu:

1. Dividen Payout Ratio (DPR)

Jika dividen adalah keuntungan yang dibagikan kepada pemilik saham, maka dividen payout ratio adalah persentase dividen yang dibagikan. Berdasarkan penelitian di laman IAIN Kediri, dividen payout ratio mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban.

Terkait kewajiban ini, besarnya kewajiban utang menjadi prioritas perusahaan. Maka besarnya utang akan mempengaruhi besarnya pembagian dividen.

Cara menghitung dividen payout ratio ialah membagi dividen per lembar saham (dividen per share) dengan laba per lembar saham (earning per share). Berikut adalah rumusnya.

DPR = (dividen per share) / (earning per share)

Sedangkan untuk mengetahui earning per share (EPS) adalah dengan cara menghitung laba bersih setelah pajak kemudian dibagi dengan jumlah saham yang beredar.

2. Dividen Per Share (DPS)

Dalam penelitian di laman UIN Walisongo, dijelaskan bahwa dividen per share adalah besarnya dividen yang dibagi kepada setiap lembar saham. Dividen merupakan sebagian dari laba yang dibagi kepada pemegang saham.

Cara menghitung dividen per share adalah besarnya total keseluruhan dividen dibagi jumlah lembar saham yang beredar. Berikut rumusnya:

DPS = (total dividen) / (jumlah lembar saham)

3. Dividen Periode Tunggal

Dividen periode tunggal ini dihitung untuk mengetahui kemampuan perusahaan memberikan keuntungan (rate of return atau ROR) berdasarkan besarnya dividen dalam satu periode tertentu. Berikut rumusnya:

ROR = (D1 + P1 + P0) / (P0) x 100%

Keterangan:

  • ROR = Rate of Return
  • D1 = Dividen pada tahun pertama
  • P1 = Harga saham pada tahun pertama
  • P0 = Harga perolehan saham saat dibeli

4. Dividen dengan Jumlah Tetap

Model ini digunakan ketika dividen selalu dibagikan dengan jumlah yang tetap di setiap periode. Penghitungan ini dengan asumsi bahwa pemegang saham tidak menjual sahamnya, atau dalam artian hanya ingin mendapatkan untung dari dividen, bukan capital gain. Rumusnya seperti di bawah ini:

ROR = D / P0 x 100%

Keterangan:

  • ROR = Rate of Return
  • D1 = Dividen dengan jumlah tetap
  • P0 = Harga perolehan saham saat dibeli

5. Dividen dengan Pertumbuhan Normal

Model ini digunakan dengan asumsi terjadi penambahan nilai dividen dan nilai saham secara normal setiap tahunnya.

ROR= Dn / P(n-1) + g

Keterangan:

  • ROR = Rate of Return
  • Dn = Dividen pada tahun n
  • Pn = Harga saham pada tahun n
  • g = Pertumbuhan nilai dividen per tahun

Contoh Soal Dividen dan Jawabannya

PT Sinar Jaya mendapatkan laba bersih Rp 14.000.000 pada tahun lalu. Dividen yang dibagikan kepada pemegang saham ialah sebesar Rp 4.200.000. Laba tersebut sudah tumbuh secara normal selama 10 tahun. Pada tahun ini, PT Sinar Jaya mendapatkan untung Rp 15.400.000.

Pertanyaannya:

  1. Berapa dividen tahun ini jika dihitung dengan payout konstan?
  2. Berapa dividen yang dibagikan dengan asumsi pertumbuhan yang stabil?

Jawaban

1. Payout yang konstan

Payout ratio = 4.200.000/14.000.000 = 30%

Dividen tahun ini= 30% (15.400.000)= Rp 4.620.000

2. Pertumbuhan stabil

Persentase Pertumbuhan = (15.400.000-14.000.000)/14.000.000 ×100%=10%

Dividen tahun ini= 100% + 10% (4.200.000)= Rp 4.620.000

Demikian tadi penjelasan mengenai pengertian dividen dalam perusahaan dan bagaimana cara menghitungnya. Semoga bermanfaat, ya.



Simak Video "Hutama Karya Kembangkan Kompos dari Maggot di JTTS"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/row)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT