Kita sering mendengar kata paten atau hak paten. Namun mungkin beberapa orang belum paham betul mengenai paten serta perbedaannya dengan hak cipta.
Agar lebih jelasnya, simak berikut ini penjelasan mengenai hak paten.
Pengertian Hak Paten
Dilansir laman resmi Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, paten adalah hak eksklusif inventor atas invensi di bidang teknologi pada waktu tertentu. Baik itu pelaksanaannya dijalankan sendiri atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakan invensinya.
Pemeriksa Paten Madya Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kemenkumham Stefano Thomy A menjelaskan bahwa paten diartikan sebagai sebuah hak eksklusif yang diberikan oleh negara. Tujuannya untuk melindungi invensi di bidang teknologi yang spesifik dalam kurun waktu tertentu atau terbatas.
Contoh Hak Paten
Paten berbeda dengan merek dagang, paten pada umumnya berupa karya ilmiah atau benda-benda yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Beberapa contoh di antaranya:
1. Hak Paten Radio
Penemuan radio telah menjadi telah menjadi titik awal dari perkembangan besar bidang komunikasi radio, penyiaran, dan layanan navigasi dunia. Guglielmo Marconi merupakan salah satu sosok yang dikenal berjasa dalam sejarah perkembangan penemuan radio melalui telegraf nirkabel.
Bermula pada tahun 1896, Marconi memutuskan pergi ke London, Inggris untuk menghabiskan waktu melakukan penelitian mengenai teknik gelombang elektromagnetik. Selama di London, ia dibantu oleh Sir William Preece, yakni seorang kepala teknisi kantor pos.
Di tahun 1897 Marconi akhirnya mengajukan paten pertama dan menjadikannya orang pertama yang menemukan gelombang radio dapat merambat melalui refleksi dari bagian atas atmosfer.
2. Hak Paten WiFi
Hedy Lamarr populer dengan berbagai filmnya seperti Samson and Delilah, White Cargo, dan masih banyak lagi. Kecerdasan Lamarr mulai terasah lebih dalam ketika dirinya memiliki hubungan dengan seorang pilot bernama Howard Hughes.
Hughes memberi satu set peralatan inovasi yang bisa digarapnya saat sela-sela syuting. Pada 1940, ia dan George Antheil menemukan sistem komunikasi yang digunakan untuk memandu torpedo ke target perang.
Lamarr dan Antheil pun mendapat Pioneer Award pada 1997 dari Electronic Frontier Foundation. Lamarr juga menjadi perempuan pertama yang memperoleh penghargaan Invention Convention's Bulbie Gnass Spirit of Achievement.
Ia meninggal pada tahun 2000 dan dikukuhkan ke dalam National Inventors Hall of Fame pada 2014, karena perannya dalam pengembangan teknologi lompatan frekuensi. Prestasinya sebagai penemu ini membuatnya dijuluki The Mother of WiFi atau Ibu WiFi dan berbagai teknologi komunikasi nirkabel lainnya seperti Bluetooth dan GPS.
3. Hak Paten Komputer
Charles Babbage, seorang profesor matematika asal Inggris adalah seorang penemu komputer pertama. Pada tahun 1812, Babbage memperhatikan potensi mesin mekanik sebagai alat untuk menjawab kebutuhan matematika.
Tahun 1816, Babbage mulai tertarik mencoba membuat mesin hitung seperti diungkap oleh Syerif Nurhakim dalam bukunya yang berjudul Dunia Komunikasi dan Gadget. Hingga ia mengembangkannya menjadi Analytical Engine pada tahun 1856 yang mampu menyelesaikan berbagai jenis operasi aritmatika.
Gagasan awal tentang komputer ditulis dalam sepucuk surat dari Charles Babbage kepada Masyarakat Astronomi Kerajaan (Royal Astronomical Society) yang berjudul "Note on the application of machinery to the computation of astronomical and mathematical tables" pada 14 Juni 1822.
Cara Mendapat Hak Paten
Dalam Laman Portal Informasi Indonesia dijelaskan cara mendaftarkan permohonan paten ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, dengan melengkapi persyaratan sebagai berikut:
- Spesifikasi paten yang meliputi:
- Judul invensi
- Latar belakang invensi
- Uraian invensi
- Gambar dan uraian
- Penjelasan batasan fitur apa saja yang dinyatakan baru dan inventif oleh inventor, sehingga layak mendapatkan hak paten.
- Formulir permohonan rangkap empat
- Biaya permohonan paten sebesar Rp 750.000
Setelah tiga syarat di atas dipenuhi, maka pemohon akan mendapatkan tanggal penerimaan dan diminta melengkapi persyaratan dengan jangka waktu tiga bulan setelah tanggal penerimaan, meliputi:
- Membawa berkas berupa:
- Surat Pernyataan Hak atau Surat Pengalihan Hak
- Surat Kuasa, jika permohonan diajukan melalui Kuasa
- Fotokopi KTP/Identitas Pemohon, jika pemohon perorangan
- Fotokopi Akta Pendirian Badan Hukum, jika pemohon adalah Badan Hukum
- Fotokopi NPWP
Lama Berlakunya Hak Paten
Jangka waktu paten sudah diatur dalam Undang-undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2001 Pasal 8-9. Di dalamnya tertuang bahwa paten diberikan untuk jangka waktu selama 20 (dua puluh) tahun terhitung sejak Tanggal Penerimaan dan jangka waktu itu tidak dapat diperpanjang.
Tanggal mulai dan berakhirnya jangka waktu Paten dicatat dan diumumkan. Sementara untuk paten sederhana diberikan untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun terhitung sejak Tanggal Penerimaan dan jangka waktu itu tidak dapat diperpanjang.
Perbedaan Hak Paten dan Hak Cipta
Disitat dari laman Sentra HKI UIN Ar-Raniry dijelaskan paten diatur secara khusus dalam UU No.13 Tahun 2016, sedangkan hak cipta diatur dalam UU No. 28 Tahun 2014. Jika sudah diketahui mengenai penjelasan paten, hak cipta adalah hak eksklusif pencipta secara otomatis setelah adanya penciptaan nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Hak cipta menganut prinsip deklaratif yang mampu membuat karya yang terlebih dahulu akan memperoleh haknya, namun jika pada paten maka siapa yang mendaftarkan invensinya lebih dahulu itulah yang akan memperoleh hak (prinsip first to file).
Nah detikers, itulah tadi penjelasan lengkap mengenai hak paten. Sekarang kamu sudah memahaminya, kan? Semoga informasi ini bermanfaat, ya!
Simak Video "Raffi Ahmad Dimarahi Bobby Nasution Gegara Medan Zoo"
[Gambas:Video 20detik]
(aau/fds)