Cerita UMKM Olahan Teh Bangun Bisnis Saat Awal Pandemi

ADVERTISEMENT

Cerita UMKM Olahan Teh Bangun Bisnis Saat Awal Pandemi

Dea Duta Aulia - detikFinance
Jumat, 02 Des 2022 19:34 WIB
Shopee
Foto: Shopee
Jakarta -

Pandemi COVID-19 yang berlangsung pada awal 2020 membuat banyak kehidupan masyarakat mengalami perubahan. Wabah tersebut pun membuat banyak orang lebih sadar untuk menjaga kesehatan.

Perubahan tersebut yang tidak ingin disia-siakan oleh Founder dari Seduh Pertama, Alvi Faidaturrosyida untuk memulai usaha pada 2020. Dari perubahan tersebut Alvi melihat sebuah peluang yang bisa dimanfaatkan untuk menambah pundi-pundi rupiah.

Pertimbangan pilihan produk di awal perjalanan bisnis Seduh Pertama jatuh kepada Teh. Seduh Pertama memperkenalkan berbagai produk artisan tea atau teh yang dikombinasikan dengan bahan lain seperti herbs dan flower tea. Adapun bahan bakunya didapatkan dari petani lokal dan sebagian memanfaatkan produk impor.

"Hadirnya Seduh Pertama didasari oleh tren dan kebutuhan masyarakat Indonesia akan hampers atau pemberian gift yang banyak diminati pada masa itu," kata Alvi dalam keterangan tertulis, Jumat (2/12/2022).

Ia mengatakan bisnisnya pun dijalankan bertujuan untuk mendukung masyarakat dalam menjalankan gaya hidup sehat, salah satunya dengan membudayakan menikmati minuman teh.

"Bisnis ini berangkat dari pemahaman kami bahwa di tengah situasi pandemi, masyarakat mulai bergerak dan sadar akan pentingnya gaya hidup sehat. Untuk mendukung hal tersebut, kami mencari produk yang memiliki potensi, di mana seperti yang kita ketahui teh merupakan minuman yang banyak digemari masyarakat, dan Indonesia sendiri juga dikenal oleh kekayaan alam salah satunya daun teh," katanya.

Pada tahun awal memulai bisnis, ia bersama suami mempersiapkan segala halnya secara mandiri mulai dari stok produk hingga packing orderan. Aktivitas tersebut diimbangi olehnya dengan terus belajar agar bisnis yang dijalankan mampu terus tumbuh.

"Melalui produk-produk artisan tea yang kami hadirkan, Seduh Pertama tidak hanya berupaya untuk meningkatkan daya tarik melalui ragam manfaat sesuai dengan masing-masing kebutuhan konsumen, akan tetapi juga memperkenalkan produk lokal yang inovatif dan berkualitas," ujarnya.

Untuk pemasarannya, ia bersama suami memanfaatkan jaringan relasi yang dimiliki dengan menitipkan produk yang dimiliki ke coffee shop serta retail shop. Meskipun sudah memiliki pasar tersendiri, ia mengatakan dalam menjalankan bisnis tersebut tidak terlepas dari sebuah tantangan.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT