×
Ad

Saatnya Jadi Bos

Awalnya Cuma Iseng, Pria Ini PP Jakarta-Puncak Jastip Sate Maranggi-Gemblong

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 02 Jan 2026 09:15 WIB
Fristo Linanggeng/Foto: Dok. Instagram Kedubespuncak
Jakarta -

Jasa titip alias jastip menjadi peluang untuk mendulang cuan yang masih eksis sampai sekarang. Tidak tenggelam dengan zaman, jastip melebar ke berbagai produk, dari makanan, produk kecantikan, pakaian, sepatu, hingga produk ibu dan balita.

Jastip juga bukan hanya untuk barang di luar negeri, dari dalam negeri juga banyak yang membuka jasa tersebut. Salah satunya yang dilakukan oleh Fristo Linanggeng bersama istrinya yang membuka jasa titip jajanan puncak.

Meski bukan makanan dari luar pulau atau luar negeri, jastip makanan dari daerah Puncak, Bogor juga banyak diminati. Seperti diketahui, banyak makanan khas Puncak, Bogor yang otentik dan hanya bisa dinikmati di kawasan tersebut.

Berasal dari iseng karena ada salah satu komentar di sosial medianya, Fristo membuka jastip jajanan puncak. Jastip jajanan puncak ini dimulai pada enam bulan yang lalu.

Ia mengatakan mulanya hanya tiga orang yang komentar di konten sosial medianya saat dirinya berada di puncak. Titipan komentar tiga orang itu ingin jastip Sate Maranggi.

"Aku kalau mau bikin konten itu, mau konten kerjaan atau konten pribadi, setiap komen pasti aku bacain satu per satu. Terus ada komen yang menyempil itu bilang mau nitip sate maranggi. Waktu itu ada tiga orang. Semua itu aku iyain," kata dia saat dihubungi oleh detikcom, ditulis Kamis (1/1/2026).

Kemudian, ia juga membuat konten jastip lagi di Tiktok dan Instagram. Fristo tidak menyangka video tersebut banyak ditonton dan banyak yang berminat ikut jastip jajanan Puncak.

"Terus ya udah akhirnya ternyata bisa diseriusin juga pas aku konteninya soal jastipnya ini ternyata makin membludak lah. Jadi, ya udah sekarang gue seriusin sekalian. Ini sudah jalan 6 bulan, aku mulainya itu Agustus," tuturnya.

Fristo yang bertempat tinggal di Depok itu bercerita memang tidak menetap di Puncak, Bogor melainkan orang tuanya yang tinggal di Puncak Bogor. Karena harus menemani orang tuanya, kini sementara dia menetap di Puncak Bogor.

Dia tidak meninggalkan pekerjaan tetapnya di Jakarta. Untuk itu perjalanan pulang pergi dari Puncak ke Jakarta ditempuh, baik itu untuk bekerja dan mengirimkan jastip jajanan puncak yang telah dipesan pelanggannya.

"Kalau dari puncak ke Bogor itu naik motor, lalu nanti dari Bogor itu lanjut lagi naik keretaan. Berasa sekali di perjalanan, ya 3 jam lah di jalan," jelasnya.




(ada/ara)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork