Follow detikFinance
Jumat, 12 Okt 2018 17:45 WIB

Kisah Sukses Jack Ma, Ditolak KFC hingga Jadi Bos Alibaba

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto/detikcom Foto: Rachman Haryanto/detikcom
Nusa Dua - Bos Alibaba Group, Jack Ma menceritakan kisah suksesnya di depan peserta pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF)-World Bank di Nusa Dua, Bali.

Dia menceritakan dalam menjalankan bisnis tak selamanya mulus tanpa hambatan. Ia sering jatuh dan akhirnya ia berkali-kali harus bangkit.

Seperti ketika ia pernah ditolak ketika melamar sebagai pegawai restoran cepat saji, KFC. Namun, menurut Jack hal tersebut adalah hal yang sangat biasa dalam hidup.

"Saya pernah melamar dan ditolak, kemudian saya katakan pada diri saya sendiri. Sebagai wirausaha harus terbiasa ditolak. Tidak ada bantuan dalam usaha itu biasa, jadi anda harus optimis," kata Jack Ma dalam acara disksusi Disrupting Development-How Digital Platforms and Innovation are Changing the Future of Developing Nations, di BICC, Nusa Dua, Jumat (12/10/2018).


Menurut dia, yang mampu menolong hanya dirinya sendiri. Dengan berbekal berbagai penolakan, Jack membangun usaha yang bergerak di bidang teknologi.

Namun lagi-lagi menurut dia hal ini tak mudah, pasalnya kala itu masyarakat China belum mengenal internet, sehingga banyak pihak yang memandang usahanya sebelah mata.

Ia bekerja ekstra untuk meyakinkan masyarakat dan pegawainya jika yang dilakukan bukanlah kriminal. "Saya tidak menjanjikan pegawai jika mereka akan kaya dengan pekerjaan ini. Kami juga tidak menghindari pajak atau kabur karena melakukan hal yang jahat," imbuh dia.

Dalam menjalankan bisnis, yang sangat diutamakan adalah kepercayaan. Ini merupakan modal yang sangat penting dan harus dimiliki oleh pebisnis. Mulai dari kepercayaan dengan konsumen, pegawai dan percaya kepada diri sendiri.

"Tanpa itu semua, usaha tak akan berhasil," jelas dia.

Setiap memulai usaha, ia selalu memikirkan apa yang diinginkan, apa yang dimiliki dan apa yang akan dikorbankan. Namun banyak orang yang tak pernah membahas pengorbanan tersebut. Padahal, jika ketiganya dijalankan dipastikan dengan mudah menjalankan tujuannya.


Kemudian ketika memulai usaha, Jack Ma tidak pernah mencari orang yang sudah ahli dalam bidangnya. Hal ini karena menurut dia, teknologi berkembang sangat cepat, karena itu ia membutuhkan orang yang mau belajar. Karena prinsip Jack Ma setiap orang harus menghadapi tantangan, kegagalan dan kesalahan.

"Bukan untuk dihindari tapi dihadapi," kata dia.

Saat ini tantangan adalah teknologi, yakni mesin yang akan menggantikan pekerjaan manusia. Oleh karena itu manusia harus memiliki kecerdasan emosional yang baik untuk tetap ada dalam ring persaingan. (kil/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed