Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 29 Jan 2019 07:59 WIB

Cerita Sukses

Kisah David Geffen, Kaya Raya Berkat Shrek hingga Kung Fu Panda

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
David Geffen. Foto: Dok. Reuters David Geffen. Foto: Dok. Reuters
Jakarta - Apakah anda pernah menonton film animasi Shrek, Madagascar, Kungfu Panda hingga The Croods? Jika ya, film ini adalah produksi dari DreamWorks SKG, sebuah rumah produksi film asal Hollywood, Amerika Serikat (AS).

Nah, kali ini detikFinance akan membahas tentang David Geffen seorang raja rumah produksi dan label musik yang juga salah satu pendiri DreamWorks.

Mengutip Forbes, Geffen saat ini memiliki harta sebesar US$ 7,7 miliar atau setara dengan Rp 107 triliun (kurs Rp 14.000).

Selain DreamWorks, Geffen merupakan co founder Asylum Record, Geffen Records dan DGC Records. Geffen lahir di New York pada 21 Februari 1943 dari ayah bernama Abraham Geffen dan ibu Batya Volovskaya.

Dia pernah mengenyam pendidikan di University of Texas selama satu semester. Kemudian pindah ke Brooklyn College dan akhirnya berhenti lagi.

Akhirnya Geffen mengaku, tantangan terberatnya dalam menjalani sekolah karena ia mengidap disleksia. Ia kemudian pindah ke Los Angeles untuk bekerja di industri hiburan.


Pada 1961, adalah debut Geffen di dunia perfilman. Ia mengerjakan proyek film The Explosive Generation. Saat itu ia bekerja di Agency William Morris sebagai staf surat menyurat, kemudian akhirnya menjadi staf bidang pencarian bakat.

Setelah film, Geffen melebarkan sayap ke bidang musik. Ia mencarikan label rekaman untuk Jackson Brownie, namun proses tersebut sangat sulit hingga akhirnya ia mulai membangun label rekaman sendiri.

Bersama Elliot Roberts, ia mendidikan label rekaman Asylum Record pada 1970 dan label rekamannya digunakan oleh artis besar seperti The Eagles, Joni Mitchell, Bob Dylan dan Judee Still.

Asylum Record akhirnya diakuisisi oleh Warner Communications dan digabungkan dengan Elektra Record. Saat itu Geffen menjadi Wakil Ketua Warner Brother dan bertanggung jawab penuh hingga 1975.

Saat karirnya mulai menanjak, pada 1977 Geffen didiagnosis menderita kanker, ia akhirnya memutuskan untuk pensiun dari industri rekaman.

Namun pada 1989, Geffen melawan kanker dan mendirikan label Geffen Records. Label inilah yang mengorbitkan artis-artis terkenal seperti Olivia Newton-John, John Welton, Cher, Sonic Youth, Aerosmith, Nirvana dan Neil Young.

Lalu pada 1980, Geffen meneken kontrak Donna Summer yang memiliki single utama The Wanderer. Single tersebut melesat ke posisi tiga Billboard Hot 100.


Setelah label rekaman, Geffen mulai melirik bidang lain. Pada 1994 bersama Steven Spielberg dan Jeffrey Katzenberg ia menjadi bagian DreamWorks SKG, namun pada 2008 ia memutuskan untuk berhenti.

Geffen memiliki jiwa sosial yang tinggi, ia menyumbangkan sebagian uang yang dimiliki untuk penelitian kesehatan, organisasi AIDS, hingga teater. Bahkan sebuah sekolah kedokteran di UCLA mengabadikan namanya sebagai tanda terima kasih karena sumbangan yang besar.

(kil/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed