Berawal dari Tukang Cukur, Imigran China Ini Jadi Legenda di Penang

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 23 Jan 2020 07:30 WIB
Foto: Istimewa/House of Yeap Chor Ee
Jakarta -

Yeap Chor Ee adalah salah satu orang terkemuka di Malaya, sebuah wilayah yang kini menjadi bagian negara Malaysia. Dia juga menjadi salah satu orang terkaya di negara bagian utara Penang.

Yeap berasal dari China Selatan. Pada 1885 dia bersama dengan 125 ribu orang meninggalkan kampung halamannya lantaran dilanda kelaparan akibat aksi pemberontakan.

Ia pergi menuju Asia Tenggara yang dulu dikenal sebagai Nanyang, atau laut selatan. Kemudian menetap di Malaya hingga akhirnya meninggal pada Mei 1952. Saat kematiannya, dia telah menjadi salah satu orang paling terkemuka di masa pra-kemerdekaan Malaya.

Melansir SCMP, Kamis (21/1/2020), kisah Yeap ditulis dalam buku King's Chinese yang ditulis oleh cicitnya, Yeap Daryl Yeap. Dalam buku itu dikisahkan bahwa Yeap awalnya hanyalah seorang tukang cukur yang tidak punya uang dan buta huruf.

"Saya pikir akan lebih masuk akal untuk menulis tentang seluruh komunitas daripada hanya satu orang, jadi buku ini tentang kisah orang-orang Selat Cina yang menggunakan kisah kakek buyut saya sebagai jembatannya," kata Yeap.

Buku itu merinci kehidupan Yeap Chor Ee, dari pernikahannya. Yeap memiliki satu istri di China untuk menjaga rumah leluhur, dan tiga di Penang. Dari keempat istrinya dia memiliki 10 anak.

Sebagai tukang cukur, Yeap gemar menabung. Uang tabungannya itu membuat dia bisa membuka toko bernama Ban Hin Lee. Toko pertamanya itu dia bangun bersama mitra bisnisnya Oei Tiong Ham, seorang pengusaha China terkemuka dari Indonesia.

Bisnisnya itu ternyata berkembang pesat dan memupuk pundi-pundi kekayaan Yeap. Kemudian Yeap mulai masuk ke dunia perbankan dengan mendirikan Ban Hin Lee Bank pada tahun 1918, bank milik lokal pertama di Penang yang melayani masyarakat Cina. Bersama dengan bank-bank berbadan hukum lokal lainnya, ini merupakan awal dari struktur keuangan di Malaya.

Ban Hin Lee Bank sendiri pada tahun 2000 sudah diakuisisi oleh Southern Bank yang merupakan bagian dari rencana konsolidasi perbankan yang diinisiasi pemerintah. Setelah itu bank tersebut bergabung dengan beberapa bank lain untuk membentuk CIMB Group.

Kembali ke kisah Yeap, pada akhir abad ke-19 saerah Penang merupakan kota di sebuah pulau yang pertama kali dijajah oleh Kapten Francis Light untuk British East India Company

Para migran Tiongkok mulai berkumpul secara massal di pulau itu setelah Amerika Serikat menerapkan Undang-Undang Pengecualian Tiongkok pada tahun 1882.

"Saat itu diterapkan konsep ekonomi terbuka, di mana siapa pun dapat membuka bisnis. Tidak ada mata uang standar, orang-orang berdagang dengan mata uang Meksiko, Peru, Jepang," katanya cicit Yeap.

Klik halaman berikutnya>>>

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Sri Mulyani: Tren Ekonomi Positif, Sempat Tertekan Akibat PSBB DKI"
[Gambas:Video 20detik]