Mengenal Kevin Systrom, Otak di Balik Kehadiran Instagram

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 30 Jul 2020 09:56 WIB
Kevin Systrom Instagram
Foto: Instagram
Jakarta -

Hampir semua orang tau apa itu aplikasi Instagram. Aplikasi berbagai foto dan video seluler secara daring ini menjadi sangat populer dengan lebih dari 1 miliar pengguna aktif di seluruh dunia. Lalu, siapa sebenarnya pencetus dari aplikasi satu ini sebelum akhirnya diakuisisi oleh Facebook pada 2012 lalu?

Instagram dikembangkan oleh Kevin Systrom. Mengutip Yo! Success, Kamis (30/7/2020) diketahui Kevin lahir 30 Desember 1983 di Massachusetts, Amerika Serikat. Ia merupakan anak dari pasangan suami istri bernama Diane dan Douglas. Ibu Kevin berprofesi sebagai seorang eksekutif pemasaran di Zipcar, sementara ayahnya adalah Wakil Presiden (SDM) di TJX Companies. Kevin kini memiliki pasangan yaitu Nicole Schuetz dan tinggal bersama di San Francisco, tempat saudara perempuannya juga tinggal.

Kevin merupakan alumni dari SMA Middlesex School, Concord, Massachusetts. Selama SMA, ia gemar membuat program untuk menjahili teman-temannya dengan meretas akun AOL Instant Messenger mereka. Dari sinilah, kecintaannya terhadap teknologi tumbuh. Padahal, sebelumnya, ia sempat terobsesi menjadi Disco Jockey (DJ).

Lalu, setelah lulus SMA, ia langsung masuk ke kampus populer di Amerika yaitu Stanford University dan mengambil jurusan Management Science and Engineering. Ia pun berhasil menamatkan jenjang pendidikan S1 nya itu pada tahun 2006 lalu.

Semasa ia kuliah di Stanford University, Kevin juga sempat magang di perusahaan rintisan (startup), namanya adalah Odeo. Beberapa waktu berselang, Odeo jadi makin berkembang dan kini Anda lebih mengenalnya dengan nama Twitter. Twitter itu sendiri merupakan penyedia layanan microblogging yang juga tergolong media sosial atau jejaring sosial.

Kemudian, Kevin lulus dari universitasnya dan ikut gabung bersama Google. Di Google, Kevin dipercayai untuk menjabat sebagai manajer pemasaran produk. Ia bekerja untuk berbagai produk Google yang sekarang juga masih banyak digunakan oleh penggunanya semacam Gmail, Google Calendar, Google Docs, dan juga Spreadsheets.

Tak lama setelah bekerja di Google, ia mengundurkan diri dan bergabung dengan perusahaan lain yaitu Nextstop. Nextstop merupakan startup yang didirikan dan dikembangkan oleh beberapa mantan pekerja di Google. Walaupun pekerjaan Kevin lebih berfokus pada pemasaran, tak jarang juga ia mengeluarkan ide-ide brilian demi membantu Nextstop di bidang pemrograman.

Nah, barulah setelah masa kerja yang panjang di mana Kevin berpindah-pindah dari satu startup ke startup lain itu, ia mulai berani mendirikan perusahaan rintisannya sendiri.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Duh! TikTok Sindir Fitur Baru Instagram"
[Gambas:Video 20detik]