Kisah Inspiratif

Dulu Makan Saja Susah, Mohed Altrad Masuk Daftar Orang Terkaya Dunia

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 07 Apr 2021 06:45 WIB
Mohed Altrad
Mohed Altrad/Foto: Dok. Forbes
Jakarta -

Menjadi seorang yang sukses dan kaya raya itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Menjadi seseorang yang bergelimang harta membutuhkan kerja keras dan proses yang panjang. Hal itu dilakukan oleh Mohed Altrad.

Pria asal Suriah ini dulu hanyalah laki-laki biasa, dia lahir dari rahim wanita yang diperkosa oleh pemimpin suku sebuah desa di Suriah. Ibunya bahkan meninggal saat Altrad masih balita. Hidup Altrad kecil bisa dibayangkan untuk mencari makan saja susah. Namun kerja keras yang selama ini dijalankan membuah hasil.

Altrad yang tercatat dalam daftar 1.000 miliuner Forbes 2018 merupakan salah satu pengusaha imigran yang paling sukses. Perjuangan seorang Mohed Altrad hingga menjadi dirinya seperti sekarang ini bisa jadi yang paling heroik dibanding kisah-kisah sukses lainnya.

"Ibu saya dilecehkan sejak usia 12 tahun dan diperkosa dua kali oleh kepala suku. Pertama kali, dia melahirkan saudara laki-laki saya, yang kemudian dibunuh. Yang kedua kalinya, itu aku yang dilahirkan ke dunia ini," kata Altrad dalam sebuah artikel yang dikutip dari global-citizen.com.

Sejak kecil, dia justru melarikan diri dan membangun kerajaan bisnis bernilai miliaran dolar. Bisnisnya pun mengantarkan dirinya mendapat julukan sebagai pengusaha terbaik di dunia pada 2016.

Alih-alih menjalani kehidupan keras di tangan ayahnya yang kejam, Altrad harus kerja keras membanting tulang untuk mengubah nasib. Kehidupan yang dijalani miliarder pemilik Altrad Group ini seperti sebuah kisah dalam novel.

Mohed Altrad bahkan tak tahu tanggal lahirnya secara pasti. Tak ada satu pun dokumen yang bisa memastikan kapan dia lahir. Kemudian dengan cara mengundi, dia pun memilih 9 Maret 1948 sebagai tanggal lahirnya.

Setelah kabur, Altrad kemudian tinggal bersama dengan neneknya, meski akhirnya dia dilarang pergi ke sekolah. Sesuai dengan adat Badui, dia harus merawat kambing, domba, dan unta, menjadi seorang penggembala.

Akhirnya, seorang kerabat jauh mengadopsi Altrad dan tinggal di dekat Raqqa, Suriah. Di sana, Altrad mengenyam bangku pendidikan, menyelesaikannya hingga menerima beasiswa dari pemerintah Suriah untuk belajar di luar negeri.

"Saya beruntung. Saya adalah yang pertama," kata Altrad.

Butuh waktu lebih dari setahun agar dia bisa lancar berbahasa Prancis. Hal itu dilakukannya demi bisa memperluas relasi dan berusaha.

"Kamu tidak bisa mencintai sesuatu yang kamu tidak mengerti," kata Mohed Altrad.

Berlanjut ke halaman berikutnya.

Tonton juga Video: Kanye West, Pria Kulit Hitam Paling Kaya di Amerika

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2

Tag Terpopuler