Kisah Inspiratif

Cristiano Ronaldo, Raja Gol yang Nyaris Tak Pernah Ada di Dunia

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 18 Jun 2021 07:20 WIB
TURIN, ITALY - JANUARY 10: Cristiano Ronaldo of Juventus F.C. controls the ball during the Serie A match between Juventus and US Sassuolo at Allianz Stadium on January 10, 2021 in Turin, Italy. Sporting stadiums around Italy remain under strict restrictions due to the Coronavirus Pandemic as Government social distancing laws prohibit fans inside venues resulting in games being played behind closed doors. (Photo by Valerio Pennicino/Getty Images )
Foto: Getty Images/Valerio Pennicino
Jakarta -

Cristiano Ronaldo baru-baru ini bikin heboh karena aksinya yang menyingkirkan botol Coca-Cola dalam jumpa pers Euro 2020. Tak cuma bikin sensasi itu, Ronaldo juga baru saja memecahkan rekor sebagai pencetak gol terbanyak di Piala Eropa sepanjang masa.

Ngomong-ngomong soal 'penolakannya' akan botol Coca-Cola, Ronaldo memang dikenal sebagai atlet yang sangat menjaga kesehatan tubuhnya. Bisa jadi itu dipilih karena dirinya tidak ingin mengulang mimpi buruk yang pernah terjadi pada ayahnya, Dinis Aveiro yang meninggal karena ketergantungan alkohol. Hal itu pernah diungkap oleh Dolores Aveiro atau ibu dari CR7.

"Cristiano sudah melihat minuman dan obat-obatan bisa berakibat (fatal) pada orang-orang yang dekat padanya. Itu mengapa Cristiano tak mempunyai sifat buruk, dia tak merokok dan tak minum. Kecanduannya cuma sepakbola," kata Dolores dikutip dari Daily Star, Jumat (18/6/2021).

Cristiano Ronaldo ditinggal pergi oleh ayahnya saat baru berusia 20 tahun. Hidupnya sebelum jadi pesepakbola sangat sederhana, ayahnya berprofesi sebagai tukang kebun dan kitman di klub bola lokal Andorinha, sedangkan ibunya sebagai juru masak di pulau Madeira, Portugis.

Dengan ekonomi yang serba pas-pasan itu, keberadaan Ronaldo sempat tak diinginkan orang tua karena mereka telah memiliki tiga anak. Hal itu terbukti dari sikap sang ibu yang sempat ingin melakukan aborsi.

Keinginan Dolores itu tak terwujud lantaran dokter menolak untuk melakukannya. Di dalam kegalauannya setelah pulang ke rumah, dia berusaha sendiri untuk menggugurkan kandungan dengan cara minum bir hangat dan melakukan latihan berat.

Usaha Dolores untuk menggugurkan kandungan itu pun tak kunjung berhasil. Sampai pada 5 Februari 1985, lahirlah bayi laki-laki yang diberi nama Cristiano Ronaldo dos Santos Aveiro, yang kemudian bertumbuh menjadi seorang pesohor dunia di ajang sepak bola seperti sekarang.

"Dia mengatakan kepadaku ketika mengetahui hal itu, 'lihatlah ibu, Anda ingin menggugurkan saya dan sekarang saya adalah sumber penghasilan di rumah'," ujar Dolores menirukan ucapan Cristiano Ronaldo.

Selanjutnya
Halaman
1 2