Putra Mahkota Djarum Tambal Sepatu Pakai Lakban, Ini 3 Faktanya

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 07 Sep 2021 06:00 WIB
BCA turut meramaikan pameran Internet Retailing Expo (IRX) Indonesia di Jakarta, Rabu (18/1/2017). Beragam kartu kredit dan debit produk BCA dipamerkan.
Armand Hartono/Foto: Istimewa/BCA
Jakarta -

Anak orang terkaya di Indonesia, Armand Wahyudi Hartono bikin heboh media sosial dengan unggahan sepatunya yang jebol. Bukanya membeli baru, putra mahkota Djarum itu menambalnya dengan lakban.

Sepatu jebol yang diperlihatkan Armand Hartono di media sosialnya sebetulnya sudah sejak Desember 2017. Tetapi foto itu masih jadi perbincangan hingga saat ini seakan netizen tidak percaya dan terheran-heran. Berikut 3 faktanya:

1. Sepatu Jebol, Dilakban Pun Jadi

Sebagai generasi ketiga konglomerat di Indonesia, Armand Hartono tak malu mengunggah foto sepatunya yang jebol di media sosial. Terlihat sepatu itu berwarna cokelat dan tampak jebol di bagian depan.

Dari keterangan fotonya, sepatu itu mendadak rusak saat dia sedang melakukan perjalanan. Untuk mengakali itu, Armand Hartono membalut bagian yang jebol dengan lakban warna hitam.

"Prepare for anything. Apa pun bisa terjadi, sepatu tua tiba2 sobek di perjalanan, untung ada lakban," tulisnya dikutip detikcom, Senin (6/9/2021).

[Gambas:Instagram]



2. Anak Orang Terkaya RI

Armand Hartono merupakan putra mahkota Grup Djarum. Dia merupakan anak bungsu dari Robert Budi Hartono, pemilik BCA dan cucu dari Oei Wie Gwan, founder perusahaan rokok Djarum dan Group Hartono.

Kekayaan ayah Armand Hartono tak perlu diragukan lagi. Sudah puluhan tahun, Robert Budi Hartono memuncaki daftar orang terkaya di Indonesia bersama saudaranya, Michael Bambang Hartono.

3. Harta Rp 281 T

Dilansir Forbes, ayah Armand Hartono, Budi Hartono per hari ini masih menduduki puncak teratas orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan bersih mencapai US$ 19,8 miliar atau setara Rp 281,52 triliun (kurs Rp 14.218). Posisi kedua ada Michael Hartono dengan kekayaan US$ 19 miliar atau setara Rp 270,14 triliun.

Lihat juga Video: Telusur, Pantaskah PB Djarum Disebut Eksploitasi Anak?

[Gambas:Video 20detik]



(aid/ara)